- tvOnenews.com/Ilham Giovanni Pratama
Pada Media Inggris, Erick Thohir Dukung Rencana FIFA Jual Hak Komersial Piala Dunia di Tengah Ancaman Boikot UEFA
"Jika anggota FIFA menyetujuinya, itu akan menunjukkan bahwa memang ada kebutuhan agar kesepakatan ini terlaksana," tegas Erick.
Meski mendapat dukungan dari Indonesia, proposal FIFA justru menuai penolakan keras dari banyak pemangku kepentingan.
UEFA menjadi pihak yang paling vokal dengan menyebut langkah tersebut sebagai upaya menjual jiwa sepak bola. Asosiasi sepak bola Inggris (FA) juga menyatakan keprihatinan mendalam terhadap rencana tersebut.
Tak hanya Eropa, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang merupakan induk organisasi PSSI juga menyampaikan kritik. AFC mengaku kecewa karena tidak dilibatkan dalam pembahasan sejak awal dan menilai FIFA memberikan waktu yang terlalu singkat bagi seluruh anggota untuk mengkaji dampak hukum, tata kelola, hingga konsekuensi jangka panjang dari pembentukan FIFA Forward Enterprise.
Dalam pernyataan resminya, AFC menegaskan bahwa keputusan sebesar ini seharusnya melalui proses konsultasi yang transparan serta kajian menyeluruh sebelum dibawa ke tahap persetujuan.
"AFC sangat yakin bahwa waktu yang cukup harus diberikan untuk penilaian komprehensif, termasuk uji tuntas hukum dan tata kelola yang tepat, konsultasi yang bermakna, dan pertimbangan cermat terhadap implikasi jangka panjang dari inisiatif tersebut," tulis pernyataan AFC.
Penolakan juga datang dari Concacaf serta organisasi klub-klub Eropa (European Football Clubs/EFC). Mereka mempertanyakan minimnya transparansi FIFA dalam menyusun proposal tersebut, termasuk munculnya kabar bahwa Thrive Capital—perusahaan investasi milik Joshua Kushner, adik ipar Presiden Amerika Serikat Donald Trump—diproyeksikan menjadi investor utama dengan suntikan modal sekitar 4,2 miliar dolar AS atau setara Rp75,6 triliun.
Kritik lainnya mengarah pada potensi dampak jangka panjang terhadap kalender sepak bola dunia. Banyak pihak khawatir masuknya investor swasta akan mendorong FIFA menggelar lebih banyak turnamen berskala global demi meningkatkan keuntungan komersial, yang pada akhirnya berisiko mengganggu jadwal kompetisi domestik serta memperberat beban fisik para pemain.
Menanggapi gelombang penolakan tersebut, Gianni Infantino menegaskan bahwa FFE masih sebatas proposal yang akan diputuskan secara demokratis oleh seluruh anggota FIFA. Ia memastikan tidak ada kewajiban bagi setiap federasi untuk menyetujui rencana tersebut dan menyebut proyek ini sebagai peluang emas untuk mempercepat perkembangan sepak bola dunia.