- bff.com.bd
Bangladesh Sepakat Ambil Undangan FIFA ASEAN Cup 2026, Bakal Hadapi Timnas Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Negara yang berpeluang menggantikan India di FIFA ASEAN Cup 2026 mulai terungkap. Timnas Bangladesh menyatakan kesiapannya untuk ambil bagian dalam turnamen yang dijadwalkan berlangsung di Indonesia tersebut.
Bangladesh menjadi kandidat kuat setelah Federasi Sepak Bola Bangladesh (BFF) membahas kemungkinan menerima undangan untuk menggantikan India. Pembahasan itu dilakukan bersama Komite Tim Nasional (NTC) setelah India resmi menyatakan mundur dari kompetisi.
Berdasarkan laporan The Daily Star, BFF telah membahas secara serius mengenai kemungkinan Bangladesh tampil di FIFA ASEAN Cup 2026. Opsi tersebut bahkan dibandingkan dengan rencana menggelar turnamen empat negara di Dhaka.
Anggota NTC Timnas Bangladesh sekaligus anggota Komite Eksekutif BFF, Sayed Hasan Kanon, membenarkan adanya pembahasan tersebut. Menurutnya, federasi harus menentukan pilihan terbaik untuk mempersiapkan Timnas Bangladesh menghadapi agenda internasional berikutnya.
- bff.com.bd
"Presiden BFF dan Ketua NTC Tabith Awal meminta pendapat para anggota NTC mengenai apakah akan berpartisipasi dalam Piala FIFA ASEAN atau menggelar turnamen empat negara di Dhaka," ujar Kanon, dikutip dari The Daily Star, Sabtu (15/8/2026).
Setelah melalui pembahasan, NTC dan BFF akhirnya sepakat memilih opsi tampil di FIFA ASEAN Cup 2026. Bangladesh menilai turnamen tersebut dapat memberikan pengalaman berharga dengan menghadapi lawan-lawan yang memiliki level persaingan lebih tinggi.
Keputusan itu juga berkaitan dengan agenda Bangladesh setelah FIFA ASEAN Cup 2026. Mereka tengah mempersiapkan diri menghadapi Piala SAFF 2026 yang mempertemukan negara-negara dari kawasan Asia Selatan.
Bagi Bangladesh, pertandingan melawan tim-tim yang lebih kuat sebelum tampil di Piala SAFF dapat memberikan keuntungan tersendiri. Karena itu, keikutsertaan di FIFA ASEAN Cup dinilai bisa menjadi bagian penting dalam persiapan mereka.
"Kami secara bulat memberikan pendapat untuk ambil bagian dalam Piala FIFA ASEAN sebagai bagian dari persiapan tim Bangladesh menuju Kejuaraan SAFF mendatang karena Bangladesh akan menghadapi lawan-lawan yang lebih tangguh," kata Kanon.
Selain faktor teknis, Bangladesh juga mempertimbangkan aspek di luar lapangan. Salah satunya berkaitan dengan keuntungan finansial serta fasilitas yang disediakan oleh penyelenggara FIFA ASEAN Cup 2026.
Bangladesh disebut akan menerima uang partisipasi dari turnamen tersebut. Mereka juga tidak perlu menanggung seluruh biaya perjalanan karena akomodasi dan tiket pesawat akan disediakan pihak penyelenggara.
"Selain itu, Bangladesh akan menerima uang partisipasi sementara tuan rumah akan menyediakan akomodasi serta tiket pesawat, jadi ini adalah pilihan yang bagus bagi kami daripada menggelar turnamen empat negara di Dhaka," ucapnya.
Jika keputusan tersebut resmi difinalisasi, Bangladesh akan masuk ke Grup A Divisi Utama FIFA ASEAN Cup 2026. Mereka akan bergabung dengan tuan rumah Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Kehadiran Bangladesh tentu akan mengubah peta persaingan yang sebelumnya dihuni India. Timnas Indonesia pun berpotensi mendapatkan lawan baru dari kawasan Asia Selatan dalam turnamen yang baru pertama kali digelar tersebut.
Bangladesh saat ini berada di peringkat 181 FIFA. Meski memiliki peringkat lebih rendah dibandingkan Indonesia, Malaysia, dan Singapura, mereka tetap berpotensi memberikan tantangan bagi Skuad Garuda.
Sebelumnya, India menjadi bagian dari Grup A bersama Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Namun, Blue Tigers memilih mundur karena memiliki agenda menghadapi Timnas Brasil dalam periode FIFA Matchday.
India dijadwalkan menghadapi Brasil pada 3 Oktober 2026. Pertandingan tersebut dianggap sebagai kesempatan berharga bagi para pemain India untuk menghadapi salah satu kekuatan terbesar dalam sepak bola dunia.
Presiden AIFF, Kalyan Chaubey, sebelumnya menjelaskan bahwa keputusan mundur juga dipengaruhi keterbatasan jumlah pertandingan yang dapat dimainkan dalam satu jendela internasional. Kondisi tersebut membuat India harus memilih antara tampil di FIFA ASEAN Cup atau menghadapi Brasil.
"Kami tidak bisa berpartisipasi di Piala FIFA ASEAN karena komitmen yang sudah dibuat bersama Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF). Ada kendala teknis karena kami hanya bisa memainkan maksimal empat laga selama jendela FIFA (21 September-6 Oktober)," ujar Chaubey, dilansir dari Hindustan Times.
Kini, Bangladesh berada di posisi terdepan untuk mengisi tempat yang ditinggalkan India. Meski demikian, keputusan final mengenai susunan peserta tetap berada di tangan pihak penyelenggara dan FIFA.
Jika Bangladesh resmi masuk, Timnas Indonesia akan menghadapi komposisi Grup A yang berbeda dari rencana awal. Skuad Garuda nantinya bakal berhadapan dengan Malaysia, Singapura, dan Bangladesh dalam persaingan menuju posisi teratas grup.
FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 23 September hingga 4 Oktober 2026. Turnamen tersebut menjadi ajang baru yang memberikan kesempatan bagi negara-negara peserta untuk mendapatkan tambahan pertandingan internasional.
Bagi Bangladesh, kesempatan tersebut dapat menjadi panggung untuk menguji kekuatan tim sebelum menghadapi persaingan di Asia Selatan. Sementara bagi Indonesia, kehadiran calon lawan baru membuat persiapan menuju FIFA ASEAN Cup 2026 kembali harus disesuaikan. (igp/fan)