- Changsuek
Kapten Thailand Bernafsu Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Siap Tantang Timnas Indonesia di Final
Jakarta, tvOnenews.com - Kapten Timnas Thailand, Chanathip Songkrasin, memasang target tinggi menjelang bergulirnya FIFA ASEAN Cup 2026. Gelandang berusia 32 tahun tersebut berambisi membawa Gajah Perang keluar sebagai juara pada edisi perdana turnamen itu.
FIFA ASEAN Cup 2026 akan berlangsung pada 25 September hingga 5 Oktober mendatang. Thailand menjadi salah satu peserta Divisi 1 dan akan menjalani pertandingan fase grup di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Gajah Perang tergabung di Grup B bersama Vietnam, Filipina, dan Pakistan. Persaingan tersebut membuat Thailand harus langsung menghadapi sejumlah lawan dengan karakter permainan berbeda sejak fase awal.
Hanya juara Grup A dan Grup B yang berhak melaju ke pertandingan final Divisi 1. Sementara itu, dua tim yang finis sebagai runner-up akan bertemu dalam pertandingan perebutan peringkat ketiga.
Chanathip menegaskan Thailand datang ke Indonesia dengan kesiapan penuh. Status FIFA ASEAN Cup sebagai turnamen baru justru dianggap memberikan tantangan tersendiri karena setiap negara memiliki kesempatan membawa pemain terbaik.
"Saya dan seluruh staf pelatih sudah siap seratus persen, turnamen ini merupakan sesuatu yang baru dan akan menjadi tantangan karena harus menghadapi tim nasional lainnya, sementara setiap negara juga memilih skuad terbaik untuk bertanding," ujar Chanathip dikutip dari media Thailand, Thairath, Selasa (22/9/2026).
Salah satu pertandingan yang paling mendapatkan perhatian Thailand adalah pertemuan dengan Vietnam. Kedua negara memiliki rivalitas kuat di kawasan Asia Tenggara dan baru saja saling berhadapan di Piala AFF 2026.
Thailand harus mengakui keunggulan Vietnam ketika keduanya bertemu di final turnamen tersebut. Hasil itu membuat pertemuan berikutnya di FIFA ASEAN Cup menjadi kesempatan bagi Gajah Perang untuk memberikan respons.
Chanathip pun tidak menyembunyikan ambisinya untuk membawa Thailand mendapatkan hasil terbaik. Ia menyebut target menjadi juara juga sejalan dengan ekspektasi yang diberikan para pendukung Gajah Perang.
Vietnam secara khusus mendapatkan perhatian dari sang kapten. Chanathip mengakui kekuatan rivalnya tersebut, tetapi tetap berharap Thailand mampu meraih kemenangan untuk meningkatkan kepercayaan diri tim dan suporternya.
"Kami ingin menjadi juara dan akan melakukan segala cara, memberikan seluruh kemampuan serta membawa pulang kemenangan, saya percaya semua orang memiliki target yang sama karena para suporter juga memiliki ekspektasi terhadap kami," kata Chanathip.
"Vietnam sudah menjadi tim yang kuat, saya berharap kami bisa mengalahkan mereka untuk memberikan kepercayaan diri kepada Thailand dan para suporter Thailand sehingga kami memiliki sesuatu untuk menghadapi mereka," tambahnya.
Jika mampu menjadi juara Grup B, Thailand akan menghadapi pemuncak Grup A pada pertandingan final. Salah satu tim yang berpotensi menjadi lawannya adalah Timnas Indonesia yang bertindak sebagai tuan rumah.
Skuad Garuda berada di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh. Indonesia juga mempunyai keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri sepanjang fase grup yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Chanathip turut menyinggung faktor tuan rumah ketika membicarakan tantangan yang bakal dihadapi selama berada di Indonesia. Selain persoalan teknis di lapangan, ia memperkirakan terdapat sejumlah aspek adaptasi yang harus dilalui Thailand.
"Saya percaya turnamen ini mungkin akan memiliki sejumlah kesulitan, terutama terkait makanan, konsumsi, dan lapangan, tetapi saya yakin kami memiliki pengalaman bermain di luar negeri," kata Chanathip.
"Sementara tim-tim lain juga sama-sama baru, hanya Indonesia yang memiliki basis suporter, meskipun mungkin tidak banyak suporter yang datang langsung untuk mendukung," sambungnya.
Meski demikian, Chanathip tidak ingin Thailand hanya memusatkan perhatian kepada satu calon lawan. Gajah Perang harus terlebih dahulu melewati persaingan Grup B sebelum memikirkan kemungkinan tampil di pertandingan final.
"Saya percaya kami akan memberikan yang terbaik untuk meraih kemenangan demi negara kami, kami harus fokus pada setiap tim sekaligus fokus kepada diri sendiri agar bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin," kata Chanatip.
"Setiap tim memiliki gaya bermain yang berbeda sehingga kami harus menganalisis mereka dan diri kami sendiri untuk mengetahui di mana letak kelemahan dan kekuatan masing-masing," pungskas pemain berusia 32 tahun tersebut.