- REUTERS/David Klein
Reaksi Harry Kane usai Gagal Penalti di Laga Inggris Kontra Spanyol: Ini Sulit Diterima!
Jakarta, tvOnenews.com - Kapten Timnas Inggris, Harry Kane, buka suara soal kegagalan mengeksekusi penalti di laga kontra Spanyol. Dia mengakui bahwa itu adalah kesialan darinya.
The Three Lions menderita kekalahan dengan skor 2-3 pada pertandingan perama mereka di UEFA Nations League musim 2026-2027. Mereka sempat tertinggal akibat gol cepat Lamine Yamal, namun membalikkan keadaan melalui Anthony Gordon dan Harry Kane sebelum jeda turun minum.
Inggris bisa unggul lebih jauh lagi jika saja Kane berhasil menyelesaikan tugasnya sebagai eksekutor penalti. Namun, tendangan sang kapten gagal berujung gol dan Spanyol bangkit di paruh kedua.
Alex Baena menyamakan skor pada menit ke-60. Kemudian, gol Mikel Oyarzabal pada menit ke-74 memastikan kemenangan tim tamu dengan skor 3-2.
Kane merespons setelah laga mengenai kegagalannya mencetak gol penalti. "Ini momen besar dalam pertandingan, tapi begitulah kehidupan seorang pesepakbola dan seorang striker," kata Kane, dilansir Hayters.
"Sayangnya, pada saat itu kaki tumpuan saya tergelincir dan akhirnya menendang bola dua kali, jadi meskipun masuk pun tidak akan dihitung,” tambahnya.
"Ini sulit diterima karena saya banyak berlatih penalti dan selalu percaya diri dalam situasi seperti itu, dan malam ini saya tidak beruntung," tukasnya.
Kane menilai bahwa performa Inggris tidak sepenuhnya buruk. "Saya rasa kita semua meninggalkan lapangan dengan perasaan bahwa hasilnya bisa berbeda," katanya.
"Kami memiliki banyak momen bagus di sepertiga akhir lapangan mereka dan kami hanya kurang insting mencetak gol, umpan atau umpan akhir yang tepat, dan itulah hal-hal yang perlu kami tingkatkan ke depannya," tutur striker Bayern Munich itu.
Lebih lanjut, Kane menilai Inggris tidak terlalu terpaut jauh dalam hal kualitas dengan Spanyol. Kedua tim dinilai sama-sama dinilai punya kualitas di lapangan.
"Saya rasa kita sudah sangat dekat, tanpa diragukan lagi. Saya rasa siapa pun yang menonton pertandingan itu bisa melihatnya. Mereka memiliki trofi untuk membuktikannya, jadi sampai kita bisa melakukannya, kita hanya bisa menggunakan kata-kata, kita harus menunjukkannya di lapangan,” katanya.