- Federasi Sepak Bola Singapura/fas.org.sg
Para Pengamat Singapura Buka Suara Soal Kekalahan Memalukan The Lions dari Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Skuad Ini Mulai Mengkhawatirkan
Jakarta, tvOnenews.com - Kekalahan telak Singapura dari Malaysia menyisakan sorotan tajam dari sejumlah pengamat sepak bola. The Lions dinilai masih memiliki pekerjaan besar menjelang Piala Asia 2027.
Singapura dihancurkan Malaysia dengan skor 0-6 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Kamis (1/10/2026).
Hasil itu menjadi penutup mengecewakan bagi perjalanan Singapura di turnamen. Performa The Lions juga dinilai kontras dengan penampilan mereka pada ASEAN Hyundai Cup sebelumnya.
Dalam turnamen tersebut, Singapura mampu melangkah hingga semifinal. Mereka juga berhasil mengakhiri penantian 14 tahun tanpa kemenangan atas Thailand.
Perubahan performa itu membuat kekalahan dari Malaysia terasa semakin mengejutkan. Pengamat menilai hasil tersebut menjadi peringatan bagi Singapura sebelum menghadapi persaingan di level Asia.
Ko Po Hui, pengelola blog sepak bola lokal Bolasepako, melihat perjalanan Singapura tidak sepenuhnya buruk. Menurutnya, tim tetap berhasil membangun kembali dukungan publik melalui penampilan di turnamen sebelumnya.
"Saya tidak akan mengatakan ini harapan palsu, karena Lions tampil cukup baik dalam membangkitkan dukungan publik selama Hyundai Cup," kata Ko dilansir dari CNA. Ia menilai dukungan tersebut menjadi modal penting bagi perkembangan sepak bola Singapura.
Namun, Ko meminta federasi dan tim pelatih menjadikan kekalahan dari Malaysia sebagai bahan evaluasi. Menurutnya, masih ada sejumlah kekurangan yang perlu dibenahi sebelum Piala Asia.
"Apa yang terjadi di Piala ASEAN FIFA akan menjadi pengingat yang baik dan tepat waktu untuk melihat kekurangan dalam persiapan kita untuk Piala Asia," ujarnya. Evaluasi tersebut dinilai penting agar Singapura tidak kembali menghadapi masalah serupa.
Sorotan juga datang dari mantan komentator sepak bola Edwin Yeo. Ia menilai perkembangan Singapura memang terlihat sejak Gavin Lee dan pelatih sebelumnya, Tsutomu Ogura, menangani tim.
Namun, Yeo menyebut The Lions masih menghadapi kesenjangan ketika berhadapan dengan tim-tim Asia. Ia menilai Singapura belum mampu bersaing secara konsisten di level tersebut.
"Indonesia dan Malaysia, dengan pemain-pemain andalannya, pasti sudah berada di level Asia. Kesenjangannya nyata," kata Yeo. Meski demikian, ia tetap melihat adanya perkembangan dalam permainan Singapura.
Gavin Lee dipercaya sebagai pelatih kepala permanen Singapura sejak November tahun lalu. Ia menggantikan pelatih asal Jepang, Tsutomu Ogura, yang sebelumnya menangani The Lions.
Perubahan di tubuh federasi juga terjadi setelah Forrest Li ditunjuk sebagai presiden Asosiasi Sepak Bola Singapura. Situasi tersebut menjadi bagian dari upaya Singapura membangun kembali fondasi sepak bola nasional.
James Walton, pemimpin kelompok bisnis olahraga Deloitte untuk Asia Pasifik dan Asia Tenggara, turut menyoroti kekalahan tersebut. Menurutnya, performa Singapura memang masih menunjukkan hasil yang naik turun.
Namun, skor 0-6 dari Malaysia menjadi perhatian tersendiri bagi Walton. Ia menilai kekalahan dengan margin besar dapat menunjukkan persoalan yang lebih serius daripada sekadar hari buruk.
"Jika skornya 2-0 atau 3-0, orang-orang mungkin akan berkata, 'Oke, ini hari yang buruk'," ujar Walton. Ia kemudian menyoroti adanya tanda-tanda yang mengkhawatirkan dalam cara Singapura menghadapi tekanan.
"Tetapi ada tanda-tanda yang mengkhawatirkan, dalam hal menghadapi tekanan," ucapnya. Pernyataan tersebut menambah sorotan terhadap performa Singapura saat menghadapi Malaysia.
Walton juga menilai Malaysia belum berada di level tim seperti Vietnam atau Thailand. Karena itu, kekalahan telak tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi Singapura.
Kekalahan tersebut juga mendapat kecaman dari kelompok suporter SingaBrigade. Mereka menyebut penampilan The Lions tidak dapat diterima dan meminta para pemain segera memperbaiki sikap di lapangan.
Singapura kini harus menatap tantangan berikutnya dengan evaluasi serius. Piala Asia AFC 2027 menjadi panggung yang akan menguji sejauh mana perkembangan The Lions setelah perubahan dalam beberapa tahun terakhir.
(sub)