- instagram Rizky Ridho
Media Inggris Sebut Gol Rizky Ridho Belum Cukup Kuat Untuk Bersaing di Level Elit, Nominasi FIFA Puskas Award 2025
Keluarga, teman, dan tim pelatih Persija langsung memberikan ucapan selamat dan dorongan semangat. Dari laman resmi FIFA, Ridho mengatakan, “Keluarga sangat senang dan selalu mendoakan yang terbaik. Teman-teman dan pelatih juga memberi selamat, memotivasi saya.”
Meski banyak pihak berharap ia bisa membawa pulang penghargaan tersebut, Ridho mengaku bahwa masuk daftar nominasi saja sudah membuatnya merasa sangat bersyukur. “Semua berharap saya bisa menang, tapi saya sendiri hanya bersyukur bisa ada di nomine ini.”
Ridho kemudian mengisahkan proses terciptanya gol yang kini mendunia itu. Menurutnya, situasi pertandingan saat itu membuat ia harus mengambil keputusan cepat.
“Saat itu saya melakukan intersep dan berniat maju ke depan karena kami kalah jumlah,” tuturnya. Ia mengaku sebenarnya berniat menggiring bola lebih jauh, tetapi akhirnya memilih melepaskan tembakan setelah melihat kiper Arema berdiri terlalu maju.
- Persija
“Saya memosisikan badan agar tendangan saya bisa tepat. Saya tidak tahu itu gol atau bukan sampai teman-teman di bangku cadangan berteriak,” tambahnya.
Apabila Ridho berhasil memenangkan Puskas Award, namanya otomatis tercatat sejajar dengan para legenda dunia seperti Cristiano Ronaldo, Neymar, Zlatan Ibrahimović, dan Mohamed Salah. Ia juga akan menjadi pemain Indonesia pertama yang pernah meraih penghargaan tersebut.
Namun tidak semua pihak memberikan penilaian positif. Media Inggris Planet Football merilis prediksi mereka tentang 11 kandidat Puskas Award 2025, dan mereka menilai gol Ridho belum cukup impresif.
Mereka mengakui bahwa tembakan jarak jauh itu memang mengejutkan, tetapi mempertanyakan apakah momen seperti itu masih layak dianggap luar biasa. “Kami sudah agak mati rasa melihat upaya jarak jauh mengejutkan kiper yang salah posisi. Membosankan,” tulis mereka.
Oleh karena itu, Ridho ditempatkan Planet Football di posisi ke-10, hanya satu tingkat di atas Lamine Yamal yang berada di peringkat kesembilan.
Dalam daftar yang sama, gol Declan Rice ke gawang Real Madrid melalui tendangan bebas ditempatkan di posisi kelima, sementara Carlos Orrantia dianggap sebagai kandidat terkuat dan menduduki peringkat teratas. Pandangan kritis ini mencerminkan standar berbeda yang digunakan media Eropa dalam menilai gol terbaik dunia.