- instagram persija
Dua Bintang Persija Kena Sanksi Keras PSSI, Mauricio Souza Dipaksa Putar Otak Jelang Putaran Kedua Super League 2025/26
tvOnenews.com - Dua bintang Persija Jakarta kena sanksi berat PSSI, Mauricio Souza dipaksa putar otak jelang putaran Kkedua Super League 2025/26.
Bukan hanya karena hasil yang kurang maksimal di laga panas kontra Persib Bandung, tetapi juga akibat dua bintang asing mereka yang harus menerima sanksi keras dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
Situasi ini jelas membuat atmosfer tim memanas, karena Persija tak hanya kehilangan poin penting, namun juga kehilangan tenaga inti yang seharusnya jadi tumpuan dalam perburuan posisi terbaik di klasemen.
Sanksi tersebut terasa seperti “hukuman dobel” bagi Macan Kemayoran. Pasalnya, Persija sudah menutup putaran pertama dengan kekalahan tipis 0-1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu (11/1/2026), dan kini harus memulai putaran kedua dengan kondisi skuad pincang.
Di tengah kompetisi yang semakin ketat, kehilangan pemain kunci pada momentum awal putaran kedua bisa menjadi pembeda besar, terutama saat Persija sedang butuh konsistensi untuk memperbaiki posisi klasemen.
Kekalahan di El Clasico Indonesia Berujung Masalah Panjang
Skuad Macan Kemayoran menutup putaran pertama Super League 2025/2026 dengan hasil mengecewakan saat menghadapi rival abadi mereka, Persib Bandung, pada 11 Januari 2026.
Laga yang selama ini dikenal sebagai “El Clasico Indonesia” kembali menyisakan tensi tinggi, drama, dan konsekuensi besar setelah peluit panjang dibunyikan.
Tidak hanya kehilangan angka, Persija juga harus menerima kabar pahit lain berupa keputusan Komdis PSSI yang menjatuhkan sanksi kepada dua pemain.
Dampaknya langsung terasa, karena putaran kedua sudah menanti dan Persija wajib tampil maksimal bila ingin tetap bersaing di papan atas klasemen Super League.
- instagram Bruno Tubarao
Dua Pemain Disanksi Komdis PSSI: Tubarao dan Sousa
Nama pertama yang terkena sanksi adalah Bruno Tubarao. Pemain asal Brasil itu mendapat kartu merah setelah menginjak kaki Beckham Putra dalam laga melawan Persib.
Awalnya, ia hanya dipastikan absen satu pertandingan karena kartu merah tersebut. Namun kemudian, Komdis PSSI memberikan tambahan hukuman.
“Bruno Tubarao juga mendapatkan sanksi tambahan dari Komdis PSSI, di luar hukuman kartu merah yang diterimanya di lapangan. Ia dinyatakan melakukan pelanggaran serius dengan menginjak kaki pemain lawan,” melansir dari Persija.
“Komdis menjatuhkan hukuman tambahan berupa larangan bermain dua pertandingan serta denda sebesar Rp10.000.000.”
Selain Tubarao, Van Basty Sousa juga tak luput dari sanksi. Gelandang berusia 31 tahun tersebut dihukum setelah kedapatan melakukan gestur tidak pantas kepada tribun stadion saat pertandingan telah berakhir.
“Ia dinyatakan melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2025 karena setelah pertandingan berakhir dan saat menuju ruang ganti, menunjukkan gestur jari tengah ke arah tribun barat stadion,” melansir dari Persija.
“Sousa dijatuhi hukuman larangan bermain sebanyak dua pertandingan serta denda sebesar Rp75.000.000,” tambah laporan tersebut.
Kasus gestur Van Basty Sousa juga semakin ramai dibahas karena diduga terekam kamera. Momen tersebut diketahui lewat akun Youtube manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar yakni Umuh Muchtar 54.
Dalam rekaman itu, setelah pertandingan selesai para pemain Persija memasuki lorong stadion lebih dulu, lalu Sousa disebut mengacungkan jari tengah ke arah Bobotoh.
Keputusan Komdis PSSI pun akhirnya keluar, dan Persija resmi kehilangan dua pemain asing penting di awal putaran kedua. Ini jelas membuat manajemen, pelatih, hingga suporter Persija semakin khawatir, karena kedalaman skuad akan diuji sejak pekan pertama paruh musim.
Putaran Kedua Super League 2025/26: Persija Langsung Krusial Hadapi Madura United
Imbas dari rentetan sanksi ini, Bruno Tubarao dan Van Basty Sousa dipastikan absen pada laga pertama Persija di putaran kedua menghadapi Madura United. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jumat 23 Januari 2026.
Namun masalah Persija tidak berhenti sampai di situ. Dua pemain tersebut menambah daftar panjang pemain yang dipastikan absen.
Sebelumnya, sudah ada dua nama lain yang juga masih menjalani hukuman Komdis PSSI, yaitu Ryo Matsumura dan Fabio Calonego. Mereka mendapat sanksi setelah laga melawan Semen Padang (22/12/2025).
Di sisi lain, Persija juga kehilangan Hanif Sjahbandi yang harus absen karena cedera serius. Hanif mengalami cedera pada tulang rawan lutut dan bahkan harus menjalani operasi, dengan kabar bahwa ia dipastikan menepi dalam waktu lama.
Posisi Klasemen Jadi Ancaman, Persija Wajib Putar Otak
Masuknya Persija ke putaran kedua Super League 2025/26 seharusnya menjadi momentum kebangkitan, terlebih ketika persaingan papan atas semakin ketat.
Namun dengan situasi banyak pemain absen karena sanksi dan cedera, Persija mau tak mau harus mengandalkan kedalaman skuad dan kreativitas strategi Mauricio Souza.
Kehilangan pemain-pemain penting jelas berpengaruh pada stabilitas permainan, terutama untuk menjaga posisi Persija di klasemen saat ini.
Pada fase putaran kedua, setiap poin sangat menentukan karena tim-tim pesaing juga akan tampil lebih agresif demi mengamankan target masing-masing.
Putaran kedua Super League 2025/26 pun akan menjadi “ujian mental” bagi Macan Kemayoran. Jika Persija mampu melewati periode sulit ini dengan hasil positif, peluang untuk kembali merangsek ke persaingan papan atas masih terbuka.
Namun jika tidak, badai sanksi dan cedera ini bisa menjadi awal dari penurunan performa yang lebih panjang. (udn)