- Instagram/jorgejesus
Ramadhan di Mata Pelatih Al Nassr Jorge Jesus: Mirip Malam Natal
tvOnenews.com - Bulan suci Ramadhan di Arab Saudi memberikan kesan mendalam yang tak terlupakan bagi pelatih Al Nassr, Jorge Jesus.
Arsitek taktik veteran ini membagikan pengalaman spiritualnya beradaptasi dengan budaya lokal yang menurutnya penuh dengan kedamaian.
Melalui tulisannya di media Portugal, Record, pelatih kelahiran 1954 ini mengungkapkan rasa kagumnya terhadap tradisi puasa yang ia saksikan dari dekat.
Buka puasa: "Malam Natal" versi Arab Saudi
- X/AlNassrFC
Bagi Jesus, momen berbuka puasa bukan sekadar urusan makan dan minum. Ia melihat ada ikatan emosional yang kuat saat adzan Maghrib berkumandang, sebuah atmosfer yang mengingatkannya pada tradisi besar di tanah kelahirannya.
"Suasana saat buka puasa di sini mengingatkan saya pada momen Malam Natal di Portugal. Ada rasa kebersamaan, kedamaian, dan kegembiraan yang luar biasa saat semua orang berhenti sejenak dari aktivitas mereka untuk berkumpul di satu meja," tulis Jorge Jesus, dikutip via media Arab Saudi, So3ody pada Sabtu (28/2/2026).
Nilai kekeluargaan dan toleransi yang kental selama Ramadhan menciptakan kehangatan tersendiri bagi Jesus, meski ia datang dari latar belakang budaya yang sepenuhnya berbeda.
Jorge Jesus diingatkan buka puasa
- X/AlNassrFC
Tak hanya soal refleksi diri, Jesus juga berbagi kisah jenaka sekaligus menyentuh saat memimpin latihan di tengah jadwal ketat bulan puasa.
Ada momen unik di mana ia sempat "lupa waktu" saking asyiknya melatih, hingga harus diingatkan oleh anak asuhnya.
Sultan Al-Ghannam, wakil kapten Al Nassr, menjadi sosok yang dengan sigap memberikan sinyal ke arah langit dan jam tangan, mengisyaratkan bahwa waktu berbuka sudah di depan mata.
"Hari ini selama latihan, kapten Sultan Al-Ghannam harus mengingatkan saya bahwa hanya tersisa 5 menit lagi sampai azan berkumandang."
"Saya segera menyelesaikan latihan, dan mereka (pemain yang muslim) pergi untuk melaksanakan salat Maghrib, kemudian mereka minum air dan makan kurma... Beginilah cara seorang muslim mengakhiri puasanya," ungkap Jesus.
- Instagram/alnassr
Kisah Jorge Jesus ini membuktikan bahwa lapangan hijau bisa menjadi sarana indah untuk memahami keberagaman.
Sikap hormat dan toleransi yang ia tunjukkan tidak hanya memperkaya perspektif pribadinya, tetapi juga memperkuat ikatan batin dengan para pemainnya yang tengah menjalankan ibadah. (ism)