news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

PSSI Pers Gelar Diskusi Timnas Indonesia.
Sumber :
  • PSSI Pers

‎PSSI Pers Gelar Diskusi Jelang HUT PSSI ke-96, Target Piala Dunia 2030 Jadi Topik Utama ‎

‎Dalam momentum hari jadi PSSI, PSSI Pers mengambil langkah konkret dengan menggelar forum diskusi terbuka.
Rabu, 15 April 2026 - 18:53 WIB
Editor :

‎Jakarta, tvOnenews.com - Menjelang peringatan hari jadi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang ke-96, wacana penguatan ekosistem sepak bola nasional kembali mencuat. Salah satu fokus utama adalah mendorong keterlibatan berbagai pihak, termasuk insan pers, dalam membangun arah sepak bola Indonesia ke depan.

‎Dalam momentum hari jadi PSSI, PSSI Pers mengambil langkah konkret dengan menggelar forum diskusi terbuka. Agenda ini akan berlangsung pada Kamis (16/4/2026) di kawasan GBK Arena, Jakarta, dengan melibatkan pemangku kepentingan sepak bola nasional.

‎Kegiatan ini tidak hanya sekadar seremoni menjelang ulang tahun PSSI pada Minggu (19/4/2026). Lebih dari itu, forum ini diharapkan menjadi ruang dialog terbuka antara federasi, media, hingga pengamat sepak bola.

‎Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyambut positif inisiatif tersebut sebagai bagian dari upaya membangun sepak bola nasional yang lebih sehat. Ia menilai keterlibatan berbagai elemen, termasuk pers, menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem yang berimbang.

‎"Pers sebagai bagian penting dari ekosistem sepak bola nasional. Tak hanya peliput pertandingan, tetapi juga mitra yang membantu membangun suasana sepak bola yang sehat melalui pemberitaan yang benar, berimbang, beretika, dan bertanggung jawab," kata Erick (15/4/2026).

‎Dalam perjalanannya, PSSI telah melalui berbagai dinamika selama hampir satu abad berdiri. Tantangan besar pun masih dihadapi, termasuk belum tercapainya target menembus Piala Dunia 2026.

‎Meski demikian, sejumlah perkembangan positif mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan peringkat FIFA serta munculnya talenta muda menjadi sinyal adanya progres yang terus berjalan.

‎Selain itu, pembenahan kompetisi domestik juga menjadi bagian penting dalam transformasi sepak bola nasional. Upaya tersebut dinilai sebagai fondasi awal menuju pencapaian target yang lebih besar di masa depan.

‎Melihat kondisi tersebut, PSSI Pers menilai usia ke-96 sebagai momentum yang tepat untuk melakukan refleksi sekaligus evaluasi bersama. Ruang diskusi dianggap penting agar semua pihak dapat menyampaikan pandangan secara terbuka.

‎Erick juga menekankan bahwa pers memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik. Oleh karena itu, pemberitaan yang konstruktif dinilai mampu mendorong perkembangan sepak bola Indonesia secara lebih profesional.

‎"Kritik tetap diperlukan, tetapi tidak boleh berubah menjadi perundungan, penghakiman berlebihan, rasisme, atau narasi yang merusak mental pemain, khususnya pemain muda," ujar Erick.

‎"Karena pers juga berperan membentuk opini publik, memperluas eksposur kompetisi, menumbuhkan semangat persatuan, dan ikut menopang proses pembinaan agar sepak bola Indonesia berkembang lebih profesional serta membanggakan di tingkat nasional dan internasional," tambahnya.

‎Sementara itu, Ketua PSSI Pers, Robbi Yanto, menilai forum diskusi ini sebagai langkah penting dalam menyatukan visi berbagai pihak. Ia menekankan perlunya arah yang jelas untuk membawa sepak bola Indonesia menuju level yang lebih tinggi.

‎"Momentum 96 tahun ini bukan hanya soal melihat ke belakang, tapi juga memastikan kita punya arah yang jelas ke depan. Diskusi ini kami buat supaya semua pihak bisa duduk bersama, bicara terbuka, dan mencari jalan yang realistis menuju Piala Dunia 2030," kata Robbi.

‎Ia menambahkan bahwa peran media sangat krusial dalam mengawal proses tersebut agar berjalan transparan. Media diharapkan tidak hanya menjadi pengkritik, tetapi juga bagian dari solusi.

‎"Media punya posisi strategis untuk menjaga ekosistem ini tetap sehat. Kami ingin diskusi ini juga jadi ruang kolaborasi, bukan hanya kritik, tapi juga solusi," ujar Robbi.

‎Diskusi bertajuk “96 Tahun PSSI: Fondasi Piala Dunia 2030” dirancang sebagai wadah pertukaran gagasan lintas sektor. Berbagai perspektif diharapkan dapat memperkaya arah kebijakan sepak bola nasional ke depan.

‎Forum tersebut rencananya akan dihadiri oleh federasi, pelaku lapangan, pengamat, serta insan media. Hasil diskusi diharapkan mampu melahirkan peta jalan yang lebih konkret menuju target besar, termasuk ambisi tampil di Piala Dunia 2030.

‎(igp/hfp) 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:54
02:46
02:27
01:05
05:53
13:20

Viral