Wasit Asal Jepang yang Direkrut I.League Terseret Skandal Suap Seks Oleh PSSI-nya Korea Selatan, Loloskan Taeguk Warriors ke Piala Dunia 2012
- tvonenews
Jakarta, tvOnenews.com - Nama wasit yang diimpor langsung I.League dari Jepang, Yudai Yamamoto terseret skandal suap seks PSSI-nya Korea Selatan, KFA.
Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) tengah diselidiki oleh pihak kepolisian setempat atas kegagalan di Piala Dunia. Imbasnya, terkuak bahwa KFA pernah memberikan layanan seksual pada wasit asing yang memimpin Korea Selatan di Kualifikasi Piala Dunia 2014 silam.
Nama Yudai Yamamoto pun terseret dalam skandal suap seks yang melancarkan Korea Selatan ke Piala Dunia 2014 tersebut. Saat itu, Yudai Yamamoto menjadi satu dari banyak wasit asing yang memimpin laga di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) pun turun tangan untuk melakukan investigasi internal soal dugaan wasit asing yang mendapatkan layanan seksual dari KFA.
Dilansir dari laman Football Tribe, Rabu (12/8/2026), nama wasit asing mengerucut ke empat wasit yang bertugas di laga Korea Selatan melawan Kuwait pada 29 Maret 2012 silam.
Media Korea Selatan MBC melaporkan dua dari empat perangkat pertandingan asal Jepang tersebut diduga menerima layanan seksual, meski keterlibatan mereka masih berupa tuduhan dan tengah ditelusuri.
Dalam pertandingan yang dimenangi Korea Selatan 2-0 itu, Yuichi Nishimura bertugas sebagai wasit utama, sedangkan Toshiyuki Nagi dan Akane Yagi menjadi asisten wasit serta Yuichi Yamamoto bertindak sebagai ofisial keempat.
Laporan tersebut juga menyebut sebagian nama yang diduga terkait masih memiliki aktivitas dalam struktur perwasitan Jepang.
"Kasus ini mencuat setelah laporan investigasi media Korea Selatan mengungkap dugaan praktik pemberian layanan seksual kepada wasit asing dalam sejumlah pertandingan pada periode 2011 hingga 2012," tulis laporan Football Tribe.
Sebelumnya, JTBC melaporkan terdapat sekitar 20 perangkat pertandingan asing yang diduga mendapatkan layanan tersebut dalam tujuh pertandingan, dengan biaya disebut dibayarkan menggunakan kartu kredit perusahaan KFA.
Pertandingan yang disorot mencakup laga Kualifikasi Piala Dunia 2014 dan Kualifikasi Olimpiade London 2012, selain beberapa pertandingan persahabatan. Dugaan tersebut juga disebut terjadi di sejumlah kota di Korea Selatan, termasuk Seoul, Changwon, dan Ulsan.
JFA kini menjadi sorotan karena dugaan tersebut melibatkan perangkat pertandingan asal Jepang. Namun, belum ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa keempat wasit Jepang melakukan pelanggaran, karena proses pemeriksaan masih diperlukan untuk memastikan fakta sebenarnya.
Load more