- instagram albrtoo_10
Siapa Sih Fadly Alberto? Dari Bintang Timnas U-17 ke Sorotan Insiden ‘Tendangan Kungfu’ EPA U-20
tvOnenews.com - Siapa sebenarnya sosok Fadly Alberto EPA U-20 yang kini ramai diperbincangkan? Dalam hitungan hari, pemain muda milik Bhayangkara FC U-20 ini berubah dari talenta menjanjikan menjadi figur kontroversial.
Sorotan tajam mengarah kepadanya setelah muncul dugaan keterlibatan dalam insiden “tendangan kungfu” yang memicu kericuhan di laga kontra Dewa United U-20 di ajang Elite Pro Academy (EPA) U-20 2026.
Nama Fadly Alberto Hengga mendadak viral di media sosial. Bukan karena prestasi, melainkan karena aksi yang dinilai jauh dari nilai sportivitas.
Padahal, jika menoleh ke belakang, Fadly adalah salah satu pemain muda yang sempat membawa harapan besar bagi sepak bola Indonesia.
Dari panggung dunia hingga kompetisi domestik, perjalanannya kini seperti dua sisi mata uang penuh prestasi, tetapi juga dibayangi kontroversi.
Dari Pahlawan Piala Dunia ke Sorotan Tajam Publik
Nama Fadly Alberto Hengga sebenarnya bukan sosok baru. Ia pernah mencatatkan sejarah bersama Timnas Indonesia U-17 di ajang Piala Dunia U-17 2025.
- instagram albrtoo_10
Dalam laga fase grup melawan Honduras di Doha, 10 November 2025, Fadly menjadi penentu kemenangan 2-1 lewat gol spektakuler dari luar kotak penalti pada menit ke-72.
Gol tersebut bukan sekadar angka di papan skor. Itu adalah kemenangan pertama Indonesia di ajang Piala Dunia FIFA lintas kelompok umur, sebuah tonggak bersejarah.
Sebelumnya, Indonesia unggul lewat penalti Evandra Florasta sebelum disamakan oleh Luis Suazo, putra legenda Inter Milan, David Suazo.
“Penampilan impresif Fadly Alberto bersama Timnas U17 Indonesia di Piala Asia U17 menarik perhatian publik sepak bola nasional,” tulis laman resmi FIFA.
Bahkan, FIFA menyoroti kontribusinya dalam kemenangan penting atas Korea Selatan dan Yaman, yang membuka jalan menuju Piala Dunia.
Jika dibandingkan dengan banyak pemain seusianya, capaian ini menempatkan Fadly dalam kategori elite.
Tidak banyak pemain muda Indonesia yang mampu tampil konsisten di level internasional sekaligus mencetak gol krusial.
- instagram albrtoo_10
Profil Fadly Alberto: Bakat Papua yang Tumbuh dari Nol
Lahir di Timika, Papua Tengah, pada 2008, Fadly Alberto Hengga tumbuh besar di Bojonegoro, Jawa Timur.
Perjalanannya tidak instan. Ia memulai dari turnamen kecil hingga akhirnya masuk radar tim nasional usia muda.
“Sejak kecil, saya selalu memegang bola, dan saya selalu merasa memiliki darah pemain bola,” ujarnya dalam wawancara di laman resmi AFC.
Peran keluarga juga besar dalam membentuk kariernya.
“Ibu saya membawa saya ke turnamen di mana pun diadakan, dan saya mulai bermain dengan serius pada usia sembilan tahun dan menjadi bagian dari tim nasional U16 pada usia 15 tahun,” katanya.
Motivasi utamanya sederhana: ingin membuat keluarganya bangga. Secara permainan, Fadly dikenal sebagai penyerang dengan fisik kuat dan gaya bermain agresif.
Di level EPA U-20 bersama Bhayangkara FC U-20, ia menjadi salah satu andalan lini depan. Konsistensi performanya membuat ia sempat masuk proyeksi Timnas Indonesia U-20.
Namun, seperti banyak pemain muda bertipe agresif, kontrol emosi menjadi tantangan tersendiri.
Dalam sepak bola modern, aspek mental kini bahkan dianggap sama pentingnya dengan kemampuan teknis, faktor yang menjadi pembeda antara pemain hebat dan pemain bermasalah.
- instagram albrtoo_10
Kronologi Tendangan Kungfu: Insiden yang Mengubah Segalanya
Laga antara Dewa United U-20 melawan Bhayangkara FC U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026), awalnya berlangsung normal.
Dewa United U-20 menang 2-1, tetapi ketegangan meningkat setelah pertandingan usai.
Dalam situasi panas di pinggir lapangan, seorang pemain Bhayangkara FC U-20 terlihat berlari kencang lalu melepaskan tendangan ke arah lawan di tengah kerumunan.
Aksi ini kemudian dikenal sebagai “tendangan kungfu” dan viral di media sosial.
Meski identitas pelaku belum dipastikan secara resmi, nama Fadly Alberto EPA U-20 muncul sebagai salah satu yang diduga terlibat.
Dalam laporan lanjutan, disebutkan bahwa tendangan tersebut mengenai bagian kepala belakang pemain lawan.
Pihak klub menyebut Fadly mengaku terpancing emosi akibat dugaan hinaan rasial dari bangku cadangan lawan. Namun, mereka tetap menegaskan bahwa kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
Insiden ini langsung memicu reaksi dari pelatih Timnas U-20, Nova Arianto.
“Melihat yang terjadi di pertandingan EPA U20 pastinya menjadi kejadian yang sangat disayangkan. Apa pun situasi dan alasannya, kejadian itu bukan contoh yang baik untuk pemain lainnya,” tulisnya.
“Seandainya benar ada pemain Timnas Usia Muda yang terlibat, pastinya ada konsekuensi yang diberikan. Pemain timnas seharusnya memberikan contoh yang baik,” tegas Nova.
Sanksi, Masa Depan, dan Pelajaran Besar
Dampak dari insiden tendangan kungfu ini berlangsung cepat. Fadly Alberto Hengga dikabarkan dicoret dari proyeksi Timnas Indonesia U-20.
Keputusan ini menegaskan bahwa disiplin dan sikap menjadi prioritas utama dalam pembinaan pemain muda.
Kini, nasibnya berada di tangan Komisi Disiplin PSSI. Sanksi yang dijatuhkan bisa menjadi titik balik—atau justru kemunduran, dalam kariernya.
Jika melihat tren global, banyak pemain muda berbakat gagal berkembang bukan karena kekurangan skill, melainkan masalah disiplin.
Data dari berbagai akademi Eropa menunjukkan bahwa lebih dari 30% pemain muda yang dilepas klub elite disebabkan oleh faktor non-teknis, termasuk perilaku.
Kasus Fadly Alberto EPA U-20 menjadi cermin nyata. Dari pencetak gol bersejarah di Piala Dunia hingga terseret kontroversi di level domestik, perjalanan kariernya kini berada di persimpangan.
Satu hal yang pasti, insiden ini bukan hanya tentang satu pemain. Ini adalah pengingat keras bahwa sepak bola usia muda bukan sekadar soal bakat, tetapi juga karakter. Dan dalam dunia yang semakin kompetitif, keduanya harus berjalan beriringan. (udn)