news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak.
Sumber :
  • Persib Bandung

Persib Bandung Tergusur! Borneo FC Kudeta Puncak Klasemen Super League 2025-2026, Bojan Hodak: Keberuntungan Borneo FC?

Persib Bandung yang sebelumnya kokoh di puncak, kini harus rela turun posisi setelah Borneo FC Samarinda mencuri kemenangan krusial. Bojan Hodak berbicara bahwa situasinya 
Rabu, 29 April 2026 - 22:31 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kejutan besar mengguncang papan atas Super League 2025-2026. Persib Bandung yang sebelumnya kokoh di puncak, kini harus rela turun posisi setelah Borneo FC Samarinda mencuri kemenangan krusial. 

Momentum ini langsung mengubah peta persaingan gelar yang semakin panas menjelang akhir musim.

Kudeta tersebut terjadi usai Borneo FC menundukkan Persik Kediri dengan skor tipis 1-0 di Stadion Brawijaya, Rabu (29/4/2026). 

Gol tunggal Koldo Obieta pada menit ke-55 menjadi penentu kemenangan sekaligus membawa Borneo FC melesat ke puncak klasemen Super League 2025-2026, menggeser Persib Bandung dalam persaingan yang makin ketat.

Borneo FC Kudeta Puncak, Persib Bandung Tertekan?

Hasil ini jelas menjadi pukulan bagi Persib Bandung yang belum memainkan laga pekan ke-30. Tekanan kini berada di pundak Maung Bandung untuk merebut kembali posisi teratas saat menghadapi Bhayangkara FC.

Jika melihat statistik, persaingan musim ini terbilang sangat tipis. Selisih poin antar tim papan atas tidak terlalu jauh, membuat setiap pertandingan menjadi krusial. 

Dalam kondisi seperti ini, satu kemenangan bisa mengubah posisi klasemen secara drastis, seperti yang dilakukan Borneo FC.

Menariknya, kemenangan Borneo FC juga diwarnai kontroversi keputusan wasit yang membatalkan penalti untuk Persik Kediri melalui VAR. Momen ini menjadi salah satu sorotan utama yang memicu reaksi dari pelatih Persib.

Borneo FC menundukkan Persik Kediri dengan skor tipis 1-0 di Stadion Brawijaya, Rabu (29/4/2026).
Sumber :
  • instagram Borneo FC

Komentar Bojan Hodak: “Keberuntungan Borneo FC?”

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, angkat bicara soal keputusan VAR tersebut. Ia mengaku tidak menyaksikan langsung pertandingan, namun menyadari perdebatan yang berkembang.

“Saya tidak menonton tetapi semua orang membicarakan soal penalti. Apakah Anda menontonnya? Jadi, bagaimana? Apakah itu penalti?” ujar Hodak dalam konferensi pers.

Ia juga membandingkan insiden tersebut dengan kejadian serupa saat Persib menghadapi Borneo FC sebelumnya. Saat itu, Persib justru dihukum penalti dalam situasi yang dianggap mirip.

“Mereka bilang situasinya sama seperti saat kami bermain melawan Borneo di sana. Situasi yang sama. Tapi waktu itu penalti, sekarang tidak penalti,” ungkapnya.

Menurut Hodak, faktor keberuntungan tampaknya ikut berperan.
“Keberuntungan, keberuntungan,” katanya singkat.

Strategi Persib: Tak Lagi Andalkan Serangan Agresif

Di tengah tekanan klasemen Super League 2025-2026, Bojan Hodak mulai mengevaluasi pendekatan taktik timnya. Ia memberi sinyal bahwa Persib tidak akan terlalu agresif menyerang seperti sebelumnya.

Hal ini berkaca dari hasil imbang tanpa gol melawan Arema FC, di mana Persib mencatat 29 tembakan namun gagal mencetak gol. Statistik tersebut menunjukkan bahwa dominasi serangan tidak selalu berbanding lurus dengan hasil.

“Dengar, pertandingan terakhir kami melancarkan penyerangan, kami punya 29 tembakan ke gawang, tapi tidak mencetak gol, jadi itu tidak banyak membantu,” jelas Hodak.

Ia menekankan bahwa efektivitas menjadi kunci utama, bukan sekadar jumlah peluang. Pendekatan yang lebih seimbang kemungkinan akan diterapkan saat menghadapi Bhayangkara FC, tim yang dikenal berbahaya lewat serangan balik.

Di sisi lain, gelandang Persib Bandung, Marc Klok, menegaskan pentingnya laga berikutnya.
“Laga ini penting buat Persib. Kami tahu harus menang, kami datang untuk menang dan siap memberikan yang maksimal,” ujarnya.

Kudeta yang dilakukan Borneo FC menjadi pengingat bahwa persaingan gelar musim ini masih terbuka lebar. Dengan hanya beberapa pekan tersisa, setiap keputusan, baik di lapangan maupun dari pinggir, bisa menjadi penentu.

Bagi Persib Bandung, tantangan kini bukan hanya soal mengejar poin, tetapi juga menjaga konsistensi dan mental di tengah tekanan. Sementara bagi Borneo FC, posisi puncak menjadi ujian baru: apakah mereka mampu bertahan, atau justru kembali tergelincir di tikungan akhir? (udn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:54
06:32
01:03
01:19
02:05
05:39

Viral