4 Alasan Ini Diduga Jadi Alasan John Herdman Cueki Teja Paku Alam dari Panggilan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Apa Saja?
- instagram Teja Paku Alam
Jakarta, tvOnenews.com - Kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam, masih belum membuat pelatih pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, kepincut. Padahal, kiper berusia 32 tahun tersebut sedang tampil impresif,
Teja Paku Alam absen dari daftar 23 pemain yang dipanggil pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, untuk menjalani pemusatan latihan (TC) jelang Piala AFF 2026.
Padahal, performa Teja sepanjang musim ini tidak bisa dianggap remeh. Ia bahkan mencatatkan rekor clean sheet terbanyak sepanjang era Liga 1 modern, menggeser nama legendaris Andritany Ardhiyasa dari Persija Jakarta.
Lantas, apa yang membuat John Herdman mengabaikan Teja Paku Alam? berikut prediksinya!
1. Slot Kiper Sudah Terkunci dari Awal
- Instagram @nadeowinataa
Posisi penjaga gawang Timnas Indonesia sudah punya penghuni tetap sejak Herdman mulai menjabat. Mulai dari Emil Audero, Maarten Paes, Nadeo Argawinata, dan Cahya Supriadi.
Dengan nama besar itu sudah mengisi kuota, hampir tidak ada celah tersisa bagi siapapun, termasuk Teja. Kondisi ini menjadikan persaingan di posisi kiper terasa sudah berakhir bahkan sebelum benar-benar dimulai.
2. Pelatih Kiper Punya Kuasa Tersendiri
- PSSI
Banyak yang tidak tahu bahwa keputusan pemanggilan pemain di bawah Herdman tidak hanya ditentukan oleh sang pelatih kepala. Namun, ada peran besar dari pelatih kiper.
Artinya, ada evaluasi teknis yang tidak sepenuhnya terlihat oleh publik. Kriteria pelatih kiper bisa menyangkut kemampuan distribusi bola dengan kaki, kecocokan dengan sistem pressing, hingga komunikasi lini pertahanan.
3. John Herdman Tengah Menjalankan Proyek Regenerasi Kiper
- tvOnenews/Taufik Hidayat
Keputusan Herdman bukan murni soal siapa yang terbaik hari ini, melainkan siapa yang akan terbaik dalam tiga hingga empat tahun ke depan. Alih-alih memanggil Teja, pelatih asal Inggris itu justru mempromosikan Cahya Supriadi yang baru berusia 23 tahun dan Ernando Ari di usia 24 tahun.
Langkah ini sebagai bagian dari regenerasi terstruktur. Cahya Supriadi, misalnya, dinilai perlu mendapat paparan di level senior agar matang menghadapi persaingan jangka panjang.
Load more