- tvonenews
Wali Kota Bandung Akui Antusiasme Tinggi Bobotoh Pada Konvoi Juara, Kepadatan Akibat Perbedaan Jalur
Jakarta, tvOnenews.com - Antusiasme Bobotoh atas konvoi juara Persib Bandung tak terbendung dengan jalan vital di Kota Bandung yang berubah menjadi lautan manusia pada Minggu (24/5/2026).
Ratusan ribu orang tumpah ke jalanan dari titik awal konvoi Persib juara di Gedung Sate hingga Pendopo Kota Bandung. Bahkan lautan manusia itu sudah terjadi sejak pagi hari di mana Persib belum memulai perjalanan konvoi mereka.
Tim didampingi oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun memulai konvoi pada pukul 8 pagi. Dijadwalkan sampai pukul 11, Persib justru tiba secara terpisah pada pukul 1 siang bahkan baru lengkap satu jam kemudian.
"Konvoi berawal dari Gedung Sate dan berakhir di Pendopo, memang agak tersendat, tadi kita target jam 12-1 sampai, tapi jam segini (jam 1) hanya baru sebagian yang masuk," kata Wali Kota Bandung, M Farhan usai konvoi.
Farhan mengakui banyak Bobotoj yang justru melanggar lalu lintas dan bahkan meninggalkan kendaraannya di jalanan demi berbaur dengan suporter lain.
Tingginya antusias bahkan terjadi ketika Persib terpaksa berjalan kaki karena kendaraan konvoi sudah tak bisa menembus lautan manusia di Jalan Asia Afrika.
"Terpaksa agar semua lancar, kita masih awasi, untuk saat ini yang sudah hadirnya di sini adalah Persib Legend," kata Farhan.
Farhan mengakui bahwa animo suporter sama seperti ketika Persib juara back to back musim lalu. Sayangnya, perpindahan jalur dari Gedung Sate ke Pendopo berimbas pada masyarakat yang turun ke jalanan.
Hal ini berbeda dari konvoi juara tahun lalu di mana arah konvoi dimulai dari Balai Kota Bandung dan berakhir di Gedung Sate. Di mana Bobotoh bertumpuk di Gasibu sehingga jalan di sekitar Gedung Sate tidak mengalami kepadatan.
"Tahun lalu ramai, penghuninya sama, hanya saja tahun lalu Gasibu masih dibuka dan semuanya bertumpuk di Gasibu sehingga di jalan tidak terlalu penuh," kata Farhan.
"Kalau tahun ini kan jalan hanya satu pertiga dari Gasibu, jadi orang memenuhi sepanjang jalan . Akibatnya lebih lambat saja," kata Farhan.