- SFF
Batal Pimpin Laga Piala Dunia, FIFA Tetap Gaji Wasit Somalia yang Ditolak Masuk Amerika Serikat
Jakarta, tvOnenews.com - FIFA memastikan wasit asal Somalia, Omar Artan mendapatkan bayaran penuh walau gagal memimpin laga Piala Dunia 2026.
Somalia yang masuk dalam daftar hitam negara yang masuk ke Amerika Serikat membuat Omar Artan tak mendapatkan visa hingga akhirnya batal memimpin laga Piala Dunia.
Keputusan FIFA untuk tetap membayar gaji Omar Artan bukan tanpa alasan. Keputusan ini diambil sebagai dukungan FIFA kepada wasit berusia 34 tahun itu yang mimpinya tampil di Piala Dunia harus pupus.
Dilansir dari laman GOAL, laporan BBC Sport, FIFA memastikan Omar Artan tidak akan mengalami kerugian finansial akibat insiden tersebut. Biasanya, honor wasit dibayarkan setelah turnamen selesai, namun badan sepak bola dunia itu memutuskan tetap memberikan seluruh hak Artan meski ia tidak sempat memimpin satu pertandingan pun.
Sebelumnya, Omar Artan datang ke Amerika Serikat dengan harapan besar mewakili Somalia di panggung sepak bola paling bergengsi. Namun, ia justru menjalani pemeriksaan selama 11 jam oleh petugas imigrasi sebelum akhirnya dideportasi.
Pihak berwenang Amerika Serikat disebut menolak paspor diplomatik dan visa sekali masuk yang dimiliki Artan. Bahkan, muncul tuduhan bahwa dirinya memiliki keterkaitan dengan individu yang dicurigai terkait organisasi teroris.
Selama proses pemeriksaan di bandara, Artan juga mendapat pertanyaan mengenai kemungkinan hubungannya dengan kelompok militan Al Shabab. Namun, ia dengan tegas membantah seluruh tuduhan tersebut.
"Saya memiliki dokumen yang benar dan semuanya lengkap. Saya memiliki visa yang sah," kata Omar Artan.
"Saya hanyalah seorang wasit yang sedang berusaha mewujudkan mimpinya, mimpi terbesar dalam hidup saya, yaitu tampil di Piala Dunia," lanjutnya.
Setelah dideportasi, FIFA diketahui tetap memberikan bantuan kepada Artan selama transit di Istanbul sebelum akhirnya ia kembali ke Mogadishu, Somalia.
Meski gagal tampil di Piala Dunia 2026, reputasi Omar Artan di dunia perwasitan Afrika tetap tidak tergoyahkan. Pada 2025 lalu, ia dinobatkan sebagai Wasit Putra Terbaik Afrika versi Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
Artan juga memiliki pengalaman memimpin sejumlah pertandingan penting, termasuk leg kedua final Liga Champions Afrika antara Pyramids FC melawan Mamelodi Sundowns.