- Kolase Reuters
19 Tahun yang Lalu Digendong, Kini Lionel Messi Lawan Lamine Yamal di Final Piala Dunia Argentina Vs Spanyol
Jakarta, tvOnenews.com - Tak pernah terpikirkan oleh Lionel Messi bahwa 19 tahun lalu bayi yang pernah digendong olehnya akan menjadi lawan di final Piala Dunia 2026.
Lionel Messi dan Lamine Yamal dipastikan saling berhadapan saat Argentina menghadapi Spanyol di partai puncak, Senin (21/7/2026), tetapi ternyata keduanya pernah bertemu jauh sebelum menjadi lawan di final Piala Dunia.
Jika duel nanti menjadi pertemuan pertama mereka sebagai sesama pesepak bola, perjumpaan pertama Messi dan Yamal justru terjadi hampir dua dekade lalu, saat bintang muda Barcelona itu masih berusia hitungan bulan.
Argentina memastikan tiket ke final usai menumbangkan Inggris dengan skor 2-1 di semifinal. Sementara itu, Spanyol melaju setelah mengalahkan Prancis 2-0, sehingga duel Messi kontra Yamal pun tak terelakkan.
Menariknya, kisah lama yang sempat viral dua tahun lalu kini kembali menjadi sorotan.
Pada 2007, Lionel Messi yang saat itu baru berusia 20 tahun mengikuti sesi pemotretan untuk kalender amal yang digelar surat kabar asal Catalunya, Diario Sport, bekerja sama dengan UNICEF.
Dilansir dari laman ESPN, dalam sesi foto tersebut, sejumlah pemain Barcelona diminta berfoto bersama bayi-bayi beserta keluarga mereka. Salah satu bayi yang beruntung terpilih adalah Lamine Yamal.
Foto-foto itu memperlihatkan Messi memandikan bayi Yamal di sebuah bak mandi kecil di ruang ganti Camp Nou. Momen tersebut kembali viral ketika Yamal bersinar bersama Timnas Spanyol di Euro 2024 dan kini memiliki makna yang jauh lebih besar menjelang final Piala Dunia.
Ayah Yamal, Mounir Nasraoui, bahkan sempat mengunggah salah satu foto tersebut di Instagram dengan keterangan yang menarik perhatian publik.
"Awal dari dua legenda," tulis Nasraoui kala itu.
Fotografer lepas Joan Monfort, yang mengabadikan momen tersebut, mengungkapkan bahwa keluarga Yamal bisa bertemu Messi karena memenangkan undian yang diselenggarakan UNICEF.
"Kami membuat kalender itu dengan bantuan UNICEF," kata Monfort pada 2024 silam usai foto tersebut viral.
"UNICEF mengadakan undian di kawasan Roca Fonda, MatarĂ³, tempat keluarga Lamine tinggal. Mereka mendaftarkan diri agar bisa berfoto dengan pemain Barcelona di Camp Nou dan mereka memenangkan undian tersebu," kenangnya.
Monfort masih mengingat bagaimana canggungnya Messi saat pertama kali bertemu bayi Yamal.
"Segalanya seperti sudah ditakdirkan ketika Lamine bertemu Messi, tetapi saat itu situasinya cukup sulit," ujarnya.
"Messi adalah sosok yang sangat pendiam dan pemalu. Ketika masuk ke ruang ganti, dia melihat sebuah bak mandi plastik berisi air dengan seorang bayi di dalamnya. Pada awalnya dia bahkan tidak tahu bagaimana cara menggendong Lamine," kata Monfort.
Monfort mengaku tidak pernah menyangka foto hasil jepretannya akan memiliki makna sebesar sekarang.
"Sangat menyenangkan bisa dikaitkan dengan sesuatu yang memberikan dampak sebesar ini. Sejujurnya, itu adalah perasaan yang luar biasa," tutupnya.
Kini, hampir 19 tahun setelah momen bersejarah tersebut, keduanya akan kembali bertemu dalam pertandingan terbesar sepak bola dunia.
Lamine Yamal berkembang menjadi salah satu pemain terbaik dunia sejak menjalani debut bersama Barcelona pada usia 15 tahun, 9 bulan, dan 16 hari. Hingga kini ia telah mengoleksi tiga gelar LaLiga bersama Blaugrana dan membawa Spanyol menjuarai Euro 2024.
Meski banyak pihak menyebut Yamal sebagai penerus Messi, perjalanan pemain muda Spanyol itu masih sangat panjang untuk menyamai pencapaian sang megabintang yang telah meraih delapan Ballon d'Or dan dianggap sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa.
Namun, kesempatan untuk mengalahkan Lionel Messi di final Piala Dunia 2026 bisa menjadi awal sempurna bagi Lamine Yamal untuk menulis sejarahnya sendiri.