- Bhayangkara FC
Tetap Menolak Jika Waktu Diputar Kembali, Radja Nainggolan Sebut Bisa Bela Timnas Indonesia Selama 15 Tahun
Jakarta, tvOnenews.com - Pemain keturunan Indonesia, Radja Nainggolan mengaku tetap akan menolak permintaan PSSI jika diminta membela Timnas Indonesia.
Radja Nainggolan beralasan jika saat itu sepak bola Indonesia dalam keadaan tidak baik-baik saja. Bahkan PSSI dan Liga Indonesia sempat dibekukan FIFA ketika Radja Nainggolan berada di puncak karirnya bersama AS Roma.
Radja Nainggolan merupakan pemain keturunan Indonesia-Belgia dengan darah Indonesia yang diturunkan oleh sang ayah. Dengan namanya yang sangat Indonesia, Radja Nainggolan menjadi idola di Indonesia dalam hampir dua dekade ke belakang.
"Jika saya mengulanginya lagi, saya sekarang akan ragu untuk memilih Timnas Indonesia," kata Radja Nainggolan dikutip dari laman Nieuwsblad, Selasa (13/10/2026).
"Saya tidak mungkin ragu tentang tim nasional karena saya tidak mengenal negara itu," kata Radja Nainggolan.
Radja Nainggolan membela Belgia sejak masih berada di kategori junior. Debut dengan tim senior pada 2009, Radja Nainggolan mencatatkan 30 penampilan dengan Belgia.
Dia pun terakhir bermain pada 2018 lalu atau sembilan tahun setelah debutnya. Radja Nainggolan yakin caps yang dimilikinya akan jauh lebih banyak jika membela Timnas Indonesia.
"Saya bisa saja memiliki karier selama lima belas tahun sebagai pemain Timnas Indonesia," kata Radja Nainggolan.
Jika diulang kembali, Radja Nainggolan tetap akan menolak Timnas Indonesia dengan kondisi sepak bola yang tidak baik-baik saja.
"Saya sudah bermain untuk Belgia dan tidak ada yang istimewa di Timnas Indonesia, selama periode itu, liga bahkan ditangguhkan oleh FIFA karena skandal suap," kenangnya.
Setelah hampir dua dekade, Radja Nainggolan akhirnya kembali ke Indonesia. Bukan untuk membela tim nasional, melainkan menjadi duta Piala Dunia U-17 2023 yang diselenggarakan di Indonesia.
Saat itu dia mulai mengikuti sepak bola Indonesia dan bahkan sempat membela Bhayangkara FC selama setengah musim.
Pada momen itu, dia menyadari bagaimana semangat masyarakat Indonesia terhadap sepak bola. Termasuk menyaksikan sendiri 70 ribu orang berkumpul di Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia.
"Ada 70 ribu orang di sana untuk pertandingan melawan Vietnam atau Irak, begitulah fanatiknya mereka. Uang juga bertebaran di sana. Para pemain bahkan disponsori oleh Louis Vuitton, Hublot, Rolex," kata Radja Nainggolan.
Padahal secara skuad, kata Radja Nainggolan, Timnas Indonesia masih diisi pemain muda termasuk Ivar Jenner yang ketika itu masih bermain untuk Jong Utrecht.
"Ketenaran di sana, gembar-gembornya, untuk citra Anda—Anda juga dapat menggunakannya untuk masa depan ketika Anda berhenti bermain. Saat itu, saya tidak memikirkan hal itu, tetapi sekarang saya berusia 38 tahun, saya melihat hal-hal secara berbeda," katanya.
"Terutama ketika saya melihat karier internasional saya di sini dan bagaimana berakhirnya di bawah Martinez. Saya bisa saja memiliki karier selama lima belas tahun sebagai pemain internasional Indonesia," tutup Radja Nainggolan.