- Antara
Beredar Kabar Penonton, Influencer, dan Media Dilarang Ambil Gambar di Laga Super League, Begini Penjelasan I.League
Jakarta, tvOnenews.com - Operator kompetisi Super League dan Championship, I.League menyampaikan klarifikasi soal larangan penonton mengambil gambar pertandingan.
Sebelumnya, beredar foto yang memperlihatkan aturan soal pengambilan gambar oleh penonton di Super League dan Championship.
Dalam foto yang beredar tersebut, influencer, reporter hingga media club dilarang mengambil gambar aksi pemain di lapangan.
Pelarangan di tribun tersebut dianggap sebagai pelanggaran hak cipta yang kini dimiliki oleh EMTEK selaku pemegang hak siar dan I.League.
Dalam klasifikasi yang dimuat di laman resminya, I.League menegaskan bahwa tidak ada pelarangan bagi penonton umum untuk merekam.
"I.League sepenuhnya menghargai peran krusial penonton dalam menciptakan atmosfer stadion yang elektrik dan penuh semangat," tulis I.League dikutip pada Kamis (11/9/2025).
Selama aktivitas produksi konten oleh penonton, seperti merekam video atau mengambil foto, bersifat non-komersial (misalnya sekadar membagikan pengalaman pribadi di media sosial tanpa tujuan menjual atau monetisasi), I.League memandangnya sebagai bagian tak terpisahkan dari semarak pertandingan," lanjutnya.
I.League pun menegaskan bahwa pihaknya justru mendorong para suporter untuk terus berbagi momen kebahagiaan mereka.
Akan tetapi, ada regulasi yang mengikat untuk media dan pembuat konten komersial soal pengambilan gambar di stadion.
"Posisi media dalam pertandingan memiliki batasan tugas yang spesifik untuk memastikan alur kerja yang efisien dan menghormati hak siar yang ada," tulis I.League.
"Jurnalis yang duduk di tribun media diharapkan fokus untuk menulis laporan dan berita pertandingan. Sementara fotografer profesional memiliki area khusus di pinggir lapangan untuk mengambil foto berkualitas tinggi," sambungnya.
I.League juga masih belum mengizinkan bagi jurnalis untuk mengambil video dari tribun media saat pertandingan berlangsung.
"Kebijakan ini diterapkan karena semua hak siar untuk pertandingan telah dikelola secara eksklusif oleh pihak yang memiliki lisensi resmi, dalam hal ini EMTEK," tulis I.League.
Sementara untuk influencer dan YouTuber, I.League memahami kebutuhan dan keinginan untuk mengabadikan momen pertandingan.
Namun, alasan pembatasan perekaman video untuk tujuan komersial adalah adanya potensi kegiatan yang signifikan dan tumpang tindih dengan hak siar resmi. Perlindungan terhadap hak siar ini sangat penting agar penyelenggaraan kompetisi dan liputan media dapat terus berjalan secara profesional dan berkelanjutan," katanya.