- Kolase tvOnenews / instagram /Shahar Ginanjar
Masih Ingat Shahar Ginanjar? Eks Kiper Persib dan Persija yang Dulu Bersinar Bawa Dua Klub Raksasa Juara, Kini Nasibnya Justru...
tvOnenews.com - Masih ingat dengan Shahar Ginanjar, sosok kiper yang pernah berjaya bersama dua klub besar Indonesia, Persib dan Persija?
Shahar Ginanjar lahir di Purwakarta, Jawa Barat, pada 4 November 1990. Karier sepak bolanya dimulai dari bawah, ketika ia memperkuat Persipo Purwakarta pada 2005.
Setelah itu, ia sempat menimba ilmu di SSB Sawsco Bandung sebelum akhirnya direkrut oleh Pelita Jaya U-21 pada 2008 dan promosi ke skuad senior tiga tahun kemudian.
- Antara/Galih Pradipta/wsj
Namun, puncak karier Shahar benar-benar terjadi saat ia berseragam Persib Bandung.
Pada musim 2014, ia menjadi bagian penting dari skuad Maung Bandung yang sukses menjuarai Indonesia Super League (ISL).
Tak berhenti di situ, ia juga ikut membawa Persib meraih gelar Piala Presiden 2015, usai menumbangkan Sriwijaya FC di partai final.
Namanya pun sempat digadang-gadang bakal menjadi kiper masa depan Indonesia.
- X/Persija Jakarta
Setelah tiga musim membela Persib, Shahar sempat merantau ke berbagai klub besar seperti Mitra Kukar, Barito Putera, dan PSM Makassar.
Namun, momen manis kembali hadir saat ia hijrah ke Persija Jakarta pada 2018.
Bersama Macan Kemayoran, Shahar tampil 29 kali dan mencatatkan 11 clean sheet. Ia pun kembali merasakan euforia juara saat Persija menjuarai Liga 1 2018.
Sayangnya, setelah masa gemilang itu, nasib Shahar mulai meredup. Ia sempat membela Dewa United dan Borneo FC, sebelum akhirnya bergabung dengan Kalteng Putra FC pada musim 2023/2024.
Di klub inilah, karier profesionalnya mulai tersendat.
Dalam sebuah podcast di kanal YouTube Bicara Bola, Shahar blak-blakan soal konflik dengan manajemen Kalteng Putra.
Ia mengaku dirinya dan para pemain lain bahkan dilaporkan ke polisi usai tim dibubarkan secara mendadak.
“Ya bubar aja kalian tinggalkan mess, takutnya ada hal-hal tidak diinginkan, akhirnya pada beli tiket pulang, ada yang nggak punya uang sampai pinjam sana sini. Pas kita sampai rumah, manajemen laporin kita ke polisi,” ungkap Shahar dengan nada getir.