- Persib Bandung
Persib Bandung Gacor di ACL 2 dan Super League, Rupanya Bojan Hodak Ubah Total Strategi Tim
tvOnenews.com - Persib Bandung tengah bersiap menghadapi Lion City Sailors di Singapura, yang dijadwalkan kick-off pukul 19.15 WIB. Anak asuh Bojan Hodak membawa modal kepercayaan diri tinggi setelah meraih 7 kemenangan beruntun di dua kompetisi.
Maung Bandung tidak hanya tampil impresif di kompetisi domestik setelah menaklukkan Dewa United, tetapi juga menjadi wakil Indonesia di pentas sepak bola Asia.
Saat ini, Persib menempati puncak klasemen sementara Grup G dengan 10 poin dari empat pertandingan, unggul satu poin atas Bangkok United di posisi kedua.
Dengan dua laga tersisa—melawan Lion City Sailors (26 November) dan Bangkok United (10 Desember). Persib hanya membutuhkan satu poin untuk lolos ke babak 16 besar, dan meraih empat poin untuk memastikan posisi juara grup.
Analisis pengamat
Coach Riphan, pandit sekaligus pelatih, membeberkan rahasia di balik performa gemilang Persib di ACL 2 musim ini. Ia menilai keberhasilan Persib tidak lepas dari perubahan besar yang diterapkan Bojan Hodak dalam sistem permainan, meninggalkan pola yang biasa digunakan di kompetisi domestik.
“Mereka sangat superior di Liga (Indonesia), di timnya ada Tyronne, Ciro Alves, David da Silva, itu sangat superior di Liga. Katakanlah Ciro di sebelah kanan ketika dia dapat bola, dia bisa melewati satu dua pemain,” ujar Riphan dikutip dari kanal YouTube Liputan6.
Namun, lanjut Riphan, gaya permainan tersebut kurang efektif di level Asia.
- Persib
“Ketika masuk ACL, ada kesulitan dalam menembus pertahanan lawan, dan juga masalah di lini belakang saat Nick Kuipers dan Franca diserang. Analisis saya, timnya Ciro dkk ini lebih cocok dengan kultur Liga Indonesia yang bisa berlama-lama dengan bola, berlama-lama dengan magico-magico pemain Latin,” tambahnya.
Di ACL, menurut Riphan, dibutuhkan sistem yang lebih efisien
“Ketika main di ACL, itu butuh sistem yang lain. Sistem lebih compact, lebih momentum, sistem yang mengandalkan kaki ke kaki, bukan permainan individual yang berlebihan,” tegasnya.
Fokus Bojan Hodak: Konsistensi di Level Asia