- Persib
Tinggalkan Eropa Tak Sia-sia, Media Belanda Akui Marc Klok Temukan Puncak Kariernya di Persib Bandung
tvOnenews.com - Media Belanda secara khusus menyoroti perjalanan karier Marc Klok usai gabung Timnas Indonesia dan berlabuh ke Persib Bandung.
Dalam laporan panjangnya, Nos.nl menegaskan bahwa Klok mencatat sejarah sebagai warga negara Belanda pertama tanpa darah keturunan Indonesia yang mampu menembus dan menjadi figur penting di Timnas Indonesia.
“Seorang warga Amsterdam tanpa akar Indonesia kini menjadi tokoh internasional yang terkenal,” tulis media Belanda, Nos.nl.
- Instagram @marcklok
Sebuah pencapaian yang, menurut media tersebut, sama sekali tak terbayangkan ketika Klok pertama kali memutuskan meninggalkan Eropa demi mencari kesempatan baru.
Nos.nl mengungkap bahwa Indonesia sejatinya bukan tujuan impian Klok. Pengetahuannya tentang Tanah Air kala itu sangat minim.
Bahkan, fakta bahwa sepak bola profesional hidup di Indonesia sempat membuatnya terkejut.
“Fakta bahwa sepak bola bahkan dimainkan di Indonesia, seperti yang dijelaskan oleh agennya, merupakan kejutan baginya,” tulis media tersebut.
- tvOnenews.com - Dwi R Belva
Keputusan bergabung dengan PSM Makassar menjadi titik balik.
Proses adaptasi tidak berlangsung mudah. Makassar digambarkan jauh dari kesan kota wisata dan atmosfer Barat. Namun justru di sanalah Klok belajar memahami Indonesia dari akar terdalamnya.
Sorotan media Belanda juga tertuju pada lonjakan popularitas Klok yang terjadi begitu cepat.
Nos.nl mencatat, akun media sosialnya langsung melonjak drastis setelah tiba di Indonesia. Stadion selalu dipenuhi penonton, dan Klok menjadi magnet perhatian publik.
"Di luar dugaan, Indonesia terbukti menjadi semacam surga sepak bola bagi Klok. Tendangan bebasnya yang luar biasa dan rambutnya yang sebahu mengingatkan orang Indonesia pada David Beckham. Dalam beberapa bulan, ia menjadi bintang yang sangat terkenal," tulis Nos.nl.
- tvOnenews.com - Dwi R Belva
Sebagai informasi, Klok dibesarkan di akademi Zeeburgia Amsterdam, klub yang dikenal sebagai penghasil banyak talenta top Belanda.
Pada usia 12 tahun, ia direkrut FC Utrecht dan diproyeksikan sebagai gelandang masa depan.