- Kolase Instagram/@persib/@allanolima07
Respons Berkelas Allano Lima Usai Jadi Korban Rasisme Bobotoh, Bek Persija: Saya Bangga
Menanggapi insiden terbaru ini, Persija Jakarta langsung mengeluarkan pernyataan resmi.
Klub menegaskan bahwa rasisme adalah bentuk penghinaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
"Perilaku tidak bermoral tersebut merupakan bentuk penghinaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang seharusnya tidak memiliki tempat dalam sepak bola, terlebih di Indonesia yang menjunjung tinggi keberagaman dan persatuan," tulis Persija Jakarta dalam keterangan resminya.
Persija juga menegaskan bahwa rasisme bukan sekadar candaan atau pelampiasan emosi.
"Rasisme bukan sekadar candaan, bukan pula untuk dijadikan ekspresi emosi sesaat. Rasisme adalah kekerasan verbal yang melukai martabat seseorang," tulis Persija.
Lebih jauh, Persija juga mendesak seluruh elemen sepak bola, mulai dari operator liga, suporter, hingga pemangku kepentingan, untuk bersikap tegas dan konsisten memberantas rasisme, baik di stadion maupun di ruang digital.
"Sepak bola seharusnya menjadi arena persaingan sportif dalam atmosfer yang aman dan saling menghargai," tulis Persija Jakarta.
"Ketika rasisme dibiarkan, yang rusak bukan hanya individu, tetapi juga wajah sepak bola nasional," imbuhnya.
Tak hanya rasisme, Persija juga mengecam berbagai tindakan tidak suportif lain seperti ujaran kebencian dan ancaman.
"Siapa pun pelakunya harus sadar dan memahami bahwa tindakannya tersebut mencederai marwah sepak bola, olahraga, bahkan sisi kemanusiaan," tulisnya.
(tsy)