- Persib Bandung
Federico Barba dan Deretan Pemain Top Hanya Setengah Musim di Persib Bandung, Ada Apa?
tvOnenews.com - Rumor hengkangnya Federico Barba dari Persib Bandung kembali memantik perhatian pengamat sepak bola nasional. Salah satu yang menyoroti isu tersebut adalah Coach Riphan, yang mengaku heran dengan fenomena banyaknya pemain berkualitas yang tidak bertahan lama bersama Maung Bandung.
Coach Riphan menilai fenomena ini cukup kontras dengan status Persib Bandung sebagai salah satu klub papan atas di Liga Indonesia saat ini.
Bahkan, tim asuhan Bojan Hodak baru saja menorehkan prestasi dengan keluar sebagai juara paruh musim Super League 2025/2026 setelah menaklukkan rival abadi Persija Jakarta dalam laga sarat gengsi bertajuk El Clasico Indonesia.
- x.com/persib
Kemenangan tersebut bukan hanya mengukuhkan Persib sebagai pemuncak klasemen paruh musim, tetapi juga memperkuat mentalitas tim dalam persaingan di level Asia Tenggara.
Selain berkiprah di kompetisi domestik, Persib Bandung juga tengah berlaga di AFC Champions League Two (ACL 2) dan dijadwalkan menghadapi wakil Thailand, Ratchaburi FC.
Namun, di tengah padatnya agenda kompetisi sepanjang 2026, Persib Bandung justru terancam kehilangan salah satu bek asing andalannya, Federico Barba. Pemain asal Italia tersebut dikabarkan akan kembali ke Eropa karena persoalan keluarga, sementara sejumlah media Italia mengaitkan namanya dengan klub Serie B, Pescara.
Di luar isu Barba, Coach Riphan menyoroti pola berulang yang menurutnya kerap terjadi di tubuh Persib Bandung, yakni pemain-pemain berkualitas yang hanya bertahan dalam waktu singkat. Fenomena tersebut kembali mencuat seiring rumor kepergian Federico Barba.
“Dalam sejarah Persib memang banyak pemain bagus yang pada akhirnya cuma setengah musim,” ujar Coach Riphan sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Bola Bung Binder.
Ia kemudian mengulas sejumlah nama pemain yang dinilai memiliki potensi besar, tetapi tidak bertahan lama di Persib Bandung. Salah satunya adalah Christian Bekamenga, striker asal Kamerun yang sempat memperkuat Persib pada periode 2007–2008.
Menurut Coach Riphan, kepergian Bekamenga dipengaruhi oleh faktor non-teknis, terutama terkait kondisi rekan senegaranya.
“Christian Bekamenga, saat itu dia Timnas Kamerun U23, dia di sini goal gather setengah musim pertama,” ujar Coach Riphan.
- Persib
“Nyeck Nyobe dipinjamkan ke Persela Lamongan, dia enggak ada temen main sesama orang Kamerun, terus dia mulai ogah-ogahan akhirnya dia pergi,” lanjutnya.
Selain itu, Coach Riphan juga menyinggung Stefano Beltrame, pemain asal Italia yang bergabung dengan Persib pada 2023, tetapi hanya bertahan setengah musim sebelum akhirnya hengkang.
“Stefano Beltrame, orang Italia juga, dia hanya setengah musim, setelah jadi juara dia enggak balik lagi ke Bandung,” ujar Coach Riphan.
Nama lain yang disebut adalah Omid Nazari, pemain berdarah Iran-Filipina yang memperkuat Persib pada 2019 hingga 2021 sebelum memutuskan melanjutkan karier di Filipina.
“Omid Nazari, setengah musim juga, enggak mau balik lagi,” ujar Coach Riphan.
“Suchauo Nuchnum,” lanjutnya.
Menariknya, Coach Riphan menilai bahwa para pemain yang telah disebutkan tersebut tidak ada yang kembali berkarier di Super League setelah meninggalkan Persib Bandung.
Ia pun mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan utama yang membuat mereka memilih pergi dan tidak kembali lagi.
Dalam kasus Federico Barba sendiri, situasinya dinilai cukup unik. Bek asal Italia itu sejatinya sudah mendapatkan peran penting di bawah arahan Bojan Hodak, bahkan turut merasakan posisi puncak klasemen Super League serta persaingan di ACL Two.
Meski demikian, isu hengkang justru mencuat saat masa baktinya belum genap satu tahun bersama Maung Bandung.
“Aku merasa kadang ada beberapa pemain bagus yang kayaknya enggak betah di Indonesia,” kata Coach Riphan.
“Ada hal-hal seperti itu yang kita sebenarnya enggak tahu, kenapa pemain bagus seperti itu,” lanjutnya.
Kepergian pemain berkualitas seperti Federico Barba tentu berpotensi menjadi pukulan bagi Persib Bandung, yang saat ini tengah berupaya menjaga dominasi mereka di Super League dan tampil kompetitif di ACL Two. Meski begitu, keluar-masuk pemain merupakan hal yang lumrah dalam dunia sepak bola.