news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Paulo Ricardo.
Sumber :
  • instagram Paulo Ricardo

Persija Tancap Gas di Paruh Musim, Bek Brasil Paulo Ricardo Jadi Senjata Baru Macan Kemayoran

Persija Jakarta resmi merekrut bek Brasil Paulo Ricardo jelang putaran kedua Super League 2025/2026. Pengalaman lintas benua jadi harapan Macan Kemayoran.
Kamis, 22 Januari 2026 - 14:41 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.comPersija Jakarta dipastikan memiliki amunisi baru untuk mengarungi putaran kedua Super League 2025-2026. Satu pemain asing anyar pun resmi didatangkan ke Ibu Kota.

Persija Jakarta memulai paruh kedua Super League dengan semangat baru dan target yang lebih tegas. Macan Kemayoran ingin memastikan diri tetap berada di jalur persaingan papan atas hingga akhir musim.

Keseriusan tersebut terlihat dari langkah Persija mendatangkan pemain anyar berpengalaman. Klub Ibu Kota itu resmi merekrut bek asal Brasil, Paulo Ricardo, untuk memperkokoh sektor pertahanan yang menjadi perhatian utama.

Paulo Ricardo bukan nama asing di kancah sepak bola internasional. Pemain kelahiran Laguna, Brasil, 13 Juli 1994 itu datang dengan latar belakang karier panjang dan penuh dinamika di berbagai kompetisi.

Awal perjalanan profesionalnya ditempa bersama Santos FC. Klub besar Brasil tersebut menjadi tempat Paulo mengasah mental dan karakter bermain di level kompetitif sejak usia muda.

Setelah itu, ia merasakan atmosfer sepak bola Eropa dengan bergabung ke FC Sion di Swiss. Pengalaman tersebut membuka jalur karier internasionalnya, meski ia sempat kembali ke Brasil sebagai pemain pinjaman.

Selama periode peminjaman, Paulo memperkuat Fluminense dan Goiás. Dua klub tersebut menjadi panggung penting baginya untuk menjaga konsistensi performa dan menit bermain.

Kariernya kemudian berlanjut bersama Figueirense FC. Dari sana, Paulo Ricardo kembali mencoba peruntungan di Eropa Utara dengan hijrah ke Finlandia.

Bersama Kuopion Palloseura (KuPS), Paulo menemukan kestabilan permainan. Ia tampil reguler dan menjadi bagian penting dalam struktur pertahanan tim selama beberapa musim.

Pengalamannya tidak berhenti di sana. Paulo juga sempat menjajal kerasnya sepak bola Timur Tengah dengan membela klub Arab Saudi dan Uni Emirat Arab sebelum kembali ke Finlandia.

Musim terakhirnya bersama KuPS menjadi salah satu periode paling berharga. Ia merasakan atmosfer pertandingan Eropa melalui ajang kualifikasi dan kompetisi antarklub yang menuntut konsistensi serta mental kuat.

Bek berusia 31 tahun itu kini membawa seluruh pengalamannya ke Jakarta. Persija menjadi pelabuhan baru dalam perjalanan kariernya yang lintas benua.

Paulo dikontrak hingga akhir musim dengan opsi perpanjangan. Ia diharapkan mampu menjadi figur sentral yang memberi rasa aman bagi lini belakang Persija.

Manajemen Persija pun menyambut kedatangannya dengan penuh keyakinan. Pengalaman panjang Paulo dinilai selaras dengan ambisi klub untuk mengakhiri musim dengan prestasi.

“Paulo Ricardo adalah pemain dengan banyak pengalaman. Kami percaya kehadirannya akan memberikan dimensi baru di lini belakang Persija, tidak hanya secara teknis, tetapi juga dari sisi mental dan kedewasaan bermain. Apa yang kami instruksikan kepadanya sangat jelas, yaitu harus membantu Persija meraih trofi di akhir musim ini,” ujar Prapanca.

Paulo Ricardo mengaku antusias memulai petualangan barunya di Indonesia. Ia melihat Persija sebagai tantangan yang berbeda dari klub-klub sebelumnya.

“Saya pikir bermain di Persija adalah tantangan baru. Negara yang berbeda, budaya yang berbeda, mungkin juga sepak bola yang berbeda, tetapi sedang berkembang pesat. Tantangan baru selalu menjadi hal yang baik untuk menguji diri saya,” katanya.

“Soal target tentu menjadi juara. Berusaha melakukan segalanya, memberikan segalanya di lapangan, dan menjadi juara,” tutur Paulo melanjutkan.

Ia menegaskan siap bersaing secara sehat demi tempat utama di tim. Paulo juga percaya kemampuan membaca permainan menjadi modal penting untuk membantu Persija meraih hasil maksimal.

“Saya pikir kemampuan build-up saya cukup baik. Saya selalu mencoba membaca situasi dan melakukan tekel atau intervensi pada saat yang tepat. Membaca pergerakan striker atau bola, membaca situasi, saya rasa itu adalah kekuatan terbesar saya,” pungkas pemain berusia 31 tahun tersebut. (igp/fan)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:10
05:21
02:59
06:26
01:02
04:07

Viral