- Instagram @sriwijayafc.id
Kisah Pilu Sriwijaya FC: Dari Pemegang Gelar Terbanyak Piala Indonesia, Kini Jadi Tim Pesakitan di Kasta Kedua
Sejak 2011 hingga 2017, Sriwijaya FC masih bisa bersaing di papan tengah hingga atas. Akan tetapi, trofi juara belum mampu mereka bawa pulang ke Palembang.
Tahun 2018 menjadi periode suram bagi Sriwijaya FC. Di awal musim, mereka sempat belanja pemain besar-besaran. Rahmad Darmawan kembali menahkodai tim.
Pemain asing seperti Makan Konate, Manuchekhr Dzalilov hingga Esteban Vizcarra didatangkan Sriwijaya FC demi mengembalikan kejayaan tim.
Bintang lokal pun merapat. Hamka Hamzah, Beto Goncalves, Teja Paku Alam, Adam Alis, dan Alfin Tuasalamony siap bermain untuk Laskar Wong Kito pada musim itu.
Namun cukup disayangkan, Sriwijaya FC mulai dihantam krisis finansial. Para bintang yang didatangkan pada awal musim memilih pergi termasuk pelatih Rahmad Darmawan.
Di pertengahan musim, posisi Sriwijaya FC di klasemen Liga 1 melorot. Padahal, mereka sempat bersaing di papan atas klasemen sebelum diterjang isu finansial.
Hingga akhirnya Sriwijaya FC finis di posisi tiga terbawah klasemen Liga 1 2018. Ini menjadi periode terburuk mereka selama berkompetisi di kasta tertinggi.
Era Kejatuhan Sriwijaya FC
Sriwijaya FC lalu tampil di Liga 2 pada musim selanjutnya. Bahkan sampai sekarang, mereka tak kunjung promosi ke level tertinggi sepak bola nasional.
Kini pada Championship musim 2025/2026, Sriwijaya FC kembali jadi sorotan. Bukan karena kebangkitannya, melainkan kondisi carut-marut di skuad tersebut.
Lagi dan lagi, masalah finansial selalu membayangi Sriwijaya FC. Hal inilah yang membuat tim itu tak mampu bersaing dengan rival-rivalnya.
Pada 7 Januari silam, skuad yang kini dilatih sang legenda Budi Sudarsono itu dilibas tujuh gol tanpa balas oleh FC Bekasi City. Dua pekan kemudian, mereka dibantai 15-0 oleh Adhyaksa FC.
Hasil ini membuat Sriwijaya FC terpuruk di dasar klasemen Championship 2025/2026. Mereka hanya kumpulkan 2 poin dari 18 laga dan tak sekalipun raih kemenangan.
Bahkan, sempat ramai di media sosial ketika Sriwijaya FC bertolak dari Palembang ke Tegal untuk laga tandang lawan Persekat memakai bus. Mereka menghabiskan belasan jam untuk perjalanan.
Yang lebih memperihatinkan lagi, Sriwijaya FC sampai membuka seleksi bagi para pemain yang mau bergabung tanpa digaji. Klub hanya mampu menyediakan mess dan makan saja.