- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Tanpa VAR di JIS, Pelatih PSM Makassar dan Persija Jakarta Kompak Soroti Kualitas Super League
Jakarta, tvOnenews.com - Laga sarat gengsi tersaji saat Persija Jakarta menjamu PSM Makassar pada pekan ke-22 Super League 2025/2026. Namun di tengah panasnya duel dua tim besar itu, sorotan tajam justru mengarah pada absennya teknologi Video Assistant Referee (VAR).
Pertandingan yang berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS), Jumat (20/2), berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Atmosfer stadion terasa semakin emosional karena laga ini menjadi salah satu partai besar di bulan suci Ramadan.
Persija tampil agresif di hadapan publik sendiri. PSM pun tidak tinggal diam dan mampu memberikan tekanan sehingga pertandingan berlangsung terbuka.
Macan Kemayoran akhirnya mengunci kemenangan 2-1 atas tamunya. Hasil ini sekaligus mempertegas ambisi Persija untuk terus bersaing di papan atas klasemen Super League 2025/2026.
Gol pertama Persija lahir dari kaki Alaeddine Ajaraie pada menit ke-30. PSM sempat menyamakan kedudukan melalui Sheriddin Boboev pada menit ke-37 sebelum Maxwell Souza memastikan kemenangan tuan rumah di menit ke-67.
Di balik drama tiga gol tersebut, muncul persoalan yang memantik perdebatan. Untuk pertama kalinya musim ini, pertandingan Super League digelar tanpa bantuan VAR akibat kendala teknis.
Padahal sejak awal musim, penggunaan VAR menjadi bagian penting dalam mendukung keputusan wasit. Absennya perangkat tersebut dinilai mencederai standar profesional kompetisi kasta tertinggi di Indonesia.
Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, menjadi salah satu pihak yang paling lantang menyuarakan kekecewaannya. Ia menilai situasi tersebut janggal dan tidak seharusnya terjadi dalam laga sebesar ini.
Trucha menegaskan dirinya tidak secara langsung menyalahkan hasil pertandingan. Namun ia menilai, untuk liga yang terus berkembang, fasilitas pendukung seperti VAR harus berjalan optimal.
“Satu hal yang aneh bagi saya, dan sangat tidak baik untuk sepak bola Indonesia, adalah pertandingan ini tidak menggunakan VAR,” ujar Trucha usai laga. Ia menambahkan bahwa untuk level kompetisi yang semakin meningkat, pertandingan besar seperti ini semestinya mendapat dukungan teknologi maksimal.
Menurutnya, duel antara dua tim bersejarah layak mendapatkan standar tertinggi. Ia juga menyoroti pentingnya pelayanan terbaik bagi penonton di stadion maupun yang menyaksikan lewat layar televisi.