- AFC
Wasit FIFA Asal Jawa Barat dan Jurnalis Dapat Intimidasi Usai Pertandingan Malut United Vs PSM Makassar
Jakarta, tvOnenews.com - Wasit FIFA asal Jawa Barat Thoriq Alkatiri dan jurnalis mendapatkan intimidasi usai pertandingan Malut United melawan PSM Makassar.
Thoriq Alkatiri menjadi wasit yang memimpin laga Malut United melawan PSM Makassar di Stadion Kie Raha, Ternate, Sabtu (7/3/2026).
Pertandingan ini berakhir imbang dengan skor akhir 3-3 yang memaksa Malut United berbagi poin dengan PSM Makassar. Sayangnya, akhir pertandingan dinodai oleh tindak laku tidak terpuji oknum Malut United.
PSM Makassar sebenarnya unggul lebih dahulu dengan gol bunuh diri Yakob Sayuri dan keunggulan tersebut bertahan sampai turun minum.
Sampai akhirnya David Da Silva menyamakan gol di menit 48 disusul oleh gol Tyronne Del Pino di menit 52. Namun keunggulan tersebut dibalas degan dua gol dari PSM lewat gol Savio Figueiredo dan Jacques Temopele.
Tingginya intensitas pertandingan pun semakin memanas dengan Thoriq Alkatiri yang menganulir gol David Da Silva di menit akhir pertandingan.
Gagal menang, oknum suporter yang tidak puas dengan kinerja wasit berlisensi FIFA atas keputusan tersebut. Sehingga ketika Thariq Alkatiri masuk ke arah ruang ganti, dia terkena pukulan dari arah tribun penonton VIP.
Kejadian tersebut pun tak berhenti di sana, intimidasi turut dialami oleh sejumlah jurnalis saat menjalankan tugas.
Ketika kericuhan terjadi, jurnalis yang mengambil gambar diminta untuk menghapus rekaman kejadian tersebut. Dilansir dari laman Antara, wartawan RRI Irwan dipaksa oknum ofisial Malut United.
Sejumlah steward pun mengusir wartawan yang berada di tribun walau menggunakan ID Card resmi dari Super League.
"Kamu wartawan, kamu harus hapus video itu," teriak oknum tersebut sambil memprovokasi sejumlah suporter di sekitar lokasi.
Dalam peristiwa itu, pemilik utama Malut United FC, David Glen Oei, yang berada di lokasi juga sempat menegur wartawan yang melakukan peliputan.
Sementara, pimpinan media Halmahera Post, Firjal Usdek, yang turut memprotes tindakan intimidasi tersebut mengaku juga dikeluarkan dari tribun oleh sejumlah steward atas perintah ofisial tim.
Menurut Firjal, keberadaan para jurnalis di tribun stadion saat pertandingan berlangsung masih sesuai dengan aturan karena mereka menggunakan ID Card resmi peliputan.