- PSSI Pers
Adopsi Gaya Eropa! I.League Siapkan Turnamen Pendamping Mirip Piala di Liga Inggris dan Coppa Italia
Alih-alih sekadar rumor, rencana tersebut ternyata memang sedang dikaji secara serius. I.League bersama PSSI disebut tengah menyusun berbagai skenario terbaik untuk merealisasikan agenda tambahan tersebut.
Turnamen ini direncanakan menjadi bagian dari kalender kompetisi musim 2026-2027. Kehadirannya diharapkan mampu menambah dinamika kompetisi domestik yang selama ini hanya bertumpu pada liga utama.
Pembahasan awal terkait ide tersebut terjadi dalam forum penting federasi. Agenda itu dibicarakan dalam Rapat Exco PSSI yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (15/4/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Sejumlah petinggi federasi serta perwakilan I.League turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Dalam forum itu, pembahasan tidak hanya berfokus pada satu aspek. Seluruh elemen kompetisi nasional dibedah, mulai dari kasta tertinggi hingga pembinaan usia muda.
Namun, perhatian utama tertuju pada kemungkinan digelarnya turnamen tambahan di sela kompetisi. Ide ini dinilai menarik karena bisa memberikan warna baru bagi ekosistem sepak bola Indonesia.
"PSSI sendiri sedang menghitung kalau nanti ada tambahan turnamen," ujar Erick Thohir di GBK Arena, Senayan, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
"Dari I.League, kalau ada tambahan turnamen, mungkin total pertandingan klub bisa naik menjadi lebih dari 40, bisa 43 atau lebih. Nanti silakan tanyakan ke pihak liga," tambahnya.
Sejauh ini, belum ada keputusan final mengenai bentuk turnamen tersebut. Pihak terkait masih mematangkan konsep agar sesuai dengan kebutuhan kompetisi nasional.
Jika terealisasi, formatnya diperkirakan akan mengadopsi konsep yang sudah lebih dulu sukses di Eropa. Kompetisi seperti Piala Liga Inggris dan Coppa Italia menjadi referensi dalam penyusunannya.
Dari sisi operator, Direktur Operasional I.League, Asep Saputra, menegaskan bahwa komunikasi dengan federasi berjalan intens. Ia menyebut pihaknya telah memaparkan berbagai rencana dalam pertemuan tersebut.
"Kami sudah bertemu PSSI dan diundang untuk mempresentasikan beberapa hal terkait gambaran yang terjadi di musim ini, termasuk program yang akan datang," kata Asep.
"Yang pasti, semangat kami adalah agar kompetisi semakin baik dalam hal penegakan aturan yang lebih tinggi serta memberikan ruang lebih banyak dalam jumlah pertandingan kepada klub maupun para pemain. Seperti apa bentuknya, detailnya akan kami sampaikan ketika sudah benar-benar matang," sambungnya.
Munculnya wacana ini juga mengingatkan publik pada keberadaan Piala Indonesia. Turnamen tersebut sempat menjadi pelengkap kompetisi sebelum akhirnya berhenti digelar.
Kompetisi itu terakhir berlangsung pada 2019 dengan PSM Makassar keluar sebagai juara. Setelah itu, tidak ada lagi ajang serupa yang menemani liga domestik.
Kini, dengan adanya pembahasan lanjutan antara PSSI dan I.League, peluang lahirnya kembali turnamen pendamping semakin terbuka. Meski begitu, publik diminta bersabar menunggu pengumuman resmi setelah seluruh konsep benar-benar siap dijalankan.
(igp)