- Youtube AH
Di Jakarta, Shin Tae-yong Berkenan 'Turun Gunung' ke Sepak Bola Indonesia
tvOnenews.com – Sosok Shin Tae-yong (STY) tampaknya memiliki ikatan batin yang sangat kuat dengan Indonesia. Meski telah resmi didepak dari kursi pelatih Timnas Indonesia pada Januari 2025 lalu, pria asal Korea Selatan berusia 55 tahun ini terpantau masih sering bolak-balik menyambangi tanah air.
Kehadirannya yang intens di Jakarta memicu spekulasi liar di kalangan fans Garuda. Selain mengurus STY Football Academy dan lini bisnisnya, muncul rumor bahwa sang arsitek sedang menjajaki peluang untuk melatih salah satu klub elite di BRI Super League.
Menanggapi rumor tersebut, STY akhirnya buka suara. Melalui kanal YouTube Mansion Sports FC, didampingi penerjemah setianya, Jeong Seok-seo (Jeje), STY mengaku bahwa dirinya tidak menutup pintu bagi klub mana pun yang berminat menggunakan jasanya.
"Selalu terbuka apa pun tawarannya. Memang ada dua tawaran juga, walaupun bukan dari Indonesia," ujar Jeje menerjemahkan jawaban STY.
- Youtube Mansion Sports FC
STY menegaskan bahwa dirinya terus melakukan persiapan matang agar saat "jodoh" dengan klub baru tiba, ia sudah dalam kondisi siap tempur.
Saat ini, fokusnya adalah menjaga kualitas dan terus memantau perkembangan sepak bola di kawasan Asia.
Aktivitas STY di Jakarta baru-baru ini mencuri perhatian saat ia hadir langsung di Jakarta International Stadium (JIS) untuk menyaksikan laga antara Persija Jakarta melawan Dewa United, Minggu (15/3/2026).
Di tribun stadion, STY tampak menikmati pertandingan dan menyempatkan diri bersua dengan deretan mantan anak asuhnya di Timnas Indonesia, seperti Rizky Ridho, Jordi Amat, Witan Sulaeman, Ricky Kambuaya, hingga Egy Maulana Vikri.
Namun, ia menepis kabar bahwa kehadirannya terkait dengan negosiasi kursi kepelatihan Macan Kemayoran.
"Coach Shin hadir ke stadion dan menonton saja tanpa memikirkan apa-apa. Senang melihat pemain-pemain. Hanya sebatas undangan untuk menyaksikan duel lanjutan BRI Super League," tukas Jeje.
- Kolase tim tvOnenews
Komentar STY Soal John Herdman: "Filosofinya Oke"