- tvOnenews/Dwi RB
Resmi! Persib Bandung Mengeluarkan Pernyataan Soal Tuduhan Rasis Marc Klok kepada Pemain Bhayangkara FC
Ucapan singkat itulah yang ternyata salah ditangkap oleh Doumbia sebagai kata bernada rasisme. Namun setelah keduanya berbicara empat mata, pemain asal Pantai Gading itu sendiri mengakui bahwa ia keliru mendengar ucapan sang kapten Persib.
"Kami kemudian membicarakan hal tersebut. Ia meminta maaf kepada saya karena sebelumnya mengira saya mengatakan kata 'black'. Ia mengakui kesalahpahaman tersebut, begitu pula rekan-rekan setimnya dan pelatih mereka, yang memiliki hubungan baik dengan saya," ungkap Klok.
Meski masalah sudah selesai di level pemain dan pelatih, situasi justru kian memanas akibat sikap manajer Bhayangkara FC, Sumardji. Klok menyebut Sumardji terus menyebarkan tuduhan rasis meski tidak berada langsung di sisi lapangan saat insiden terjadi.
"Namun, manajer mereka, Sumardji, yang tidak berada di dekat lapangan, terus menyebut saya sebagai rasis, baik di dalam lorong stadion, dekat ruang ganti, maupun di lapangan setelah pertandingan. Saya telah memintanya untuk berhenti dan menyampaikan bahwa saya merasa terluka atas tuduhan yang tidak benar tersebut," kata Klok dengan nada kecewa.
Bagi Klok, perilaku Sumardji sudah jauh melampaui batas-batas etika dalam dunia olahraga. Ia menilai tindakan tersebut bertentangan dengan nilai dasar sepak bola yang seharusnya dijunjung tinggi oleh semua pihak.
"Saya menilai perilaku ini telah melampaui batas sepak bola dan esensi dari permainan ini," tegasnya.
Di penghujung pernyataannya, Marc Klok hanya memiliki satu permintaan yang ia anggap sebagai haknya yang wajib dipenuhi. Kapten Persib yang juga bagian dari skuad Timnas Indonesia itu mendesak Bhayangkara FC secara kelembagaan untuk bertanggung jawab atas tuduhan yang telah mencoreng namanya di hadapan publik.
"Saya mengharapkan adanya permintaan maaf resmi dari Bhayangkara Presisi Lampung FC atas kekeliruan dan kesalahpahaman yang merugikan nama saya, serta atas penyebaran tuduhan yang tidak benar," pungkas Marc Klok. (fan)