news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Marc Klok saat latihan Persib Bandung.
Sumber :
  • Persib Bandung

Dituding Bhayangkara FC Rasis ke Doumbia, Marc Klok Dibela Eks Rekan Lionel Messi

Kasus dugaan rasisme Marc Klok memanas usai laporan Bhayangkara FC. Klok membantah keras dan ungkap kronologi sebenarnya versinya. Eks rekan Messi pasang badan
Minggu, 3 Mei 2026 - 01:41 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Eks rekan satu tim Lionel Messi di PSG yang kini bermain untuk Persib Bandung, Layvin Kurzawa, pasang badan untuk Marc Klok usai dituding Bhayangkara FC melontarkan kata rasis.

Insiden ini bermula dari pertandingan panas antara Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan Persib Bandung di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Kamis (30/4/2026).

Dalam laga tersebut, Persib Bandung berhasil bangkit secara dramatis dan memastikan kemenangan 4-2 meski sempat tertinggal dua gol lebih dulu pada babak pertama.

Namun, perayaan kemenangan itu tercoreng oleh munculnya dugaan kasus rasisme yang dilakukan Marc Klok hingga Bhayangkara FC mengeluarkan pernyataan resminya.

Bhayangkara FC menuding penyerang mereka asal Pantai Gading, Henri Doumbia, menjadi target ucapan bernuansa rasis yang diduga dilontarkan oleh Marc Klok pada babak pertama.

"Terkait dengan beredarnya video perdebatan antara kapten Bhayangkara Presisi Lampung FC, Wahyu Subo Seto, yang tersebar luas di media sosial, manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC merasa wajib meluruskan alasan kejadian tersebut terjadi," bunyi pernyataan resmi Bhayangkara FC sebagaimana dikutip di akun Instagram-nya.

"Pada laga kandang Bhayangkara Presisi Lampung FC menjamu Persib Bandung di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, Kamis (30/4), striker Bhayangkara Presisi Lampung FC, Henri Doumbia, mengaku menerima aksi rasis dari Marc Klok pada babak pertama," lanjutnya.

Dalam pernyataan tersebut, disebutkan bahwa Doumbia melaporkan kejadian itu kepada kapten tim, Wahyu Subo Seto. Setelah itu, ia meminta klarifikasi kepada Marc Klok.

"Di akhir babak pertama, Henri Doumbia memberitahukan aksi rasis yang diterimanya kepada Wahyu Subo Seto sebagai kapten tim. Mendengar laporan yang disampaikan Henri, setelah peluit akhir babak pertama dibunyikan, Wahyu Subo Seto langsung mendatangi Marc Klok," tulis Bhayangkara FC.

"Sama-sama menuju ruang ganti, Wahyu Subo Seto mendatangi Marc Klok dengan maksud mengonfirmasi ucapan rasis yang ditujukan kepada Henri Doumbia. Momen perdebatan itulah yang terekam dalam video-video yang viral di media sosial," sambungnya.

Setelah pertandingan selesai, Bhayangkara FC kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Match Commissioner untuk ditindaklanjuti. Selain itu, pihaknya juga melaporkan kejadian itu kepada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

"Terkait aksi rasis yang diterima Henri Doumbia, selepas pertandingan manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC langsung melaporkan aksi rasis Marc Klok kepada Match Commissioner (Match Com) yang bertugas di laga tersebut dan juga langsung bersurat kepada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI," tulis Bhayangkara.

"Bagi Bhayangkara Presisi Lampung FC, aksi rasis, baik di dalam maupun di luar sepak bola, adalah hal yang tidak bisa diterima. Terima kasih," pungkasnya.

Bantahan Marc Klok

Kapten Persib Bandung Marc Klok
Sumber :
  • Instagram @persib

Menanggapi laporan tersebut, Marc Klok langsung mengeluarkan pernyataan resmi. Ia menegaskan bahwa tudingan itu tidak hanya keliru, tetapi juga sangat merugikan nama baiknya yang selama ini ia jaga.

“Saya dengan tegas membantah tuduhan rasisme yang ditujukan kepada saya. Penyebaran informasi yang tidak benar mengenai sesuatu yang tidak pernah terjadi merupakan hal yang tidak dapat diterima dan merugikan nama baik saya,” ujar Klok.

Lebih lanjut, Klok menegaskan bahwa nilai anti-rasisme telah menjadi prinsip yang ia pegang sepanjang hidup dan kariernya. Ia mengaku selalu menjunjung tinggi rasa hormat tanpa memandang latar belakang siapa pun.

“Sepanjang hidup, saya selalu menjunjung tinggi nilai rasa hormat, kesetaraan, profesionalisme, dan anti-rasisme,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pengalamannya bermain bersama pemain dari berbagai negara sebagai bukti komitmennya terhadap nilai tersebut.

“Sepanjang karier saya, saya telah berbagi ruang ganti dengan pemain dari berbagai latar belakang, budaya, dan kebangsaan. Rasa hormat selalu menjadi nilai utama bagi saya, baik di dalam maupun di luar lapangan,” lanjutnya.

Klok kemudian memaparkan kronologi yang menurutnya menjadi awal kesalahpahaman. Saat Persib mencetak gol untuk memperkecil skor menjadi 2-1, Henri Doumbia disebut menahan bola dan tidak segera mengembalikannya untuk kick-off.

“Saat kami mencetak gol menjadi 2-1, Henri Doumbia menahan bola alih-alih melanjutkan kick-off. Kami berusaha segera melanjutkan permainan untuk mengejar ketertinggalan. Saya mengatakan dengan jelas kepadanya, ‘Give me the ball back’,” jelas Klok.

Ucapan tersebut ternyata disalahartikan oleh Doumbia sebagai kata bernuansa rasis. Namun, setelah keduanya berdiskusi, Doumbia disebut telah menyadari kesalahpahaman itu.

“Kami kemudian membicarakan hal tersebut. Ia meminta maaf kepada saya karena sebelumnya mengira saya mengatakan kata ‘black’. Ia mengakui kesalahpahaman tersebut, begitu pula rekan-rekan setimnya dan pelatih mereka,” ungkapnya.

Meski persoalan di antara pemain telah diselesaikan, situasi justru memanas akibat sikap manajer Bhayangkara FC, Sumardji. Klok menilai Sumardji tetap melontarkan tuduhan rasis meski tidak berada di lokasi kejadian.

“Namun, manajer mereka, Sumardji, yang tidak berada di dekat lapangan, terus menyebut saya sebagai rasis, baik di lorong stadion, dekat ruang ganti, maupun di lapangan setelah pertandingan. Saya telah memintanya untuk berhenti karena tuduhan tersebut tidak benar dan menyakitkan,” kata Klok.

Menurutnya, tindakan tersebut sudah melampaui batas dan tidak mencerminkan nilai-nilai dalam sepak bola.

“Saya menilai perilaku ini telah melampaui batas sepak bola dan esensi dari permainan ini,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Klok berharap Bhayangkara FC dapat menyampaikan permintaan maaf secara resmi atas tuduhan yang dianggapnya keliru dan merugikan dirinya.

“Saya mengharapkan adanya permintaan maaf resmi dari Bhayangkara Presisi Lampung FC atas kesalahpahaman ini serta penyebaran tuduhan yang tidak benar,” pungkasnya.

Dukungan dari Para Pemain Persib Bandung

Dukungan kepada Marc Klok langsung mengalir dari Bobotoh dan para pemain Persib Bandung. Salah satunya datang dari Layvin Kurzawa melalui Instagram Story-nya.

Kurzawa mengungkapkan bahwa dirinya sangat menentang segala bentuk rasisme. Ia juga yakin bahwa Klok tidak mungkin melakukan tindakan tersebut.

"Saya menentang segala bentuk rasisme. Dukungan penuh untuk kapten saya—saya tahu siapa dia dan apa yang dia perjuangkan. Tidak ada tempat untuk rasisme, selamanya. ‘Kembalikan bolanya kepada saya’," tulis Kurzawa. (fan)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:19
00:56
01:17
00:47
01:51
01:23

Viral