- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
I.League Beri Peringatan Keras Jelang Musim Depan, Klub Super League yang Tak Main di Kota Sendiri Bisa Kena Pengurangan Poin
Sanksi yang dimaksud bukan sekadar teguran administratif, melainkan bisa berdampak langsung ke posisi klub di klasemen musim berikutnya. Asep menyebut ada potensi klub memulai kompetisi dengan pengurangan poin jika gagal memenuhi regulasi.
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
“Memulai kompetisi dengan poin minus. Bisa jadi. Potensi ya,” lanjutnya.
Kasus PSBS Biak menjadi semakin menarik karena klub tersebut juga tersangkut hasil club licensing I.League musim 2025/2026. Dalam laporan terbaru, PSBS disebut menjadi satu-satunya klub yang tidak lolos proses national licensing karena ada kriteria wajib yang tidak terpenuhi.
Asep sebelumnya juga menyebut klub yang gagal memenuhi ketentuan lisensi bisa mendapatkan konsekuensi berupa pengurangan poin. Namun, ia menegaskan masih ada fase banding sebelum sanksi tersebut benar-benar diterapkan.
Di sisi lain, aturan stadion ini tidak berarti I.League menutup mata terhadap kondisi darurat. Asep memberi contoh laga besar Persija Jakarta melawan Persib Bandung yang akhirnya dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda.
- Instagram - Persija Jakarta
Laga Persija kontra Persib pada pekan ke-32 Super League 2025/2026 memang dipastikan I.League tidak dapat digelar di Jakarta sesuai rencana awal. Operator kompetisi kemudian menetapkan pertandingan tetap digelar pada 10 Mei 2026 di Stadion Segiri, Samarinda, dengan pertimbangan keamanan dan padatnya agenda nasional.
Ketika ditanya apakah laga Persija melawan Persib di Samarinda masuk kategori force majeure, Asep membenarkannya. Menurutnya, situasi saat itu tidak memungkinkan laga tetap dipaksakan di lokasi awal.
“Ya karena kalau enggak Force Majeure atau situasi memang tak terhindarkan,” lanjutnya.
Asep menjelaskan, perubahan venue dalam waktu sangat mepet tentu bukan kondisi ideal bagi operator kompetisi maupun klub. Namun, jika situasi di lapangan tidak memungkinkan, keputusan pemindahan venue menjadi jalan yang harus diambil.
“Tidak mungkin juga di sisa 4 hari kita baru pindah. Jadi itu juga salah satu yang juga fakta di lapangan,” tambahnya.
Dengan pernyataan tersebut, I.League tampak ingin membedakan antara kondisi darurat dan ketidakmampuan klub memenuhi kewajiban stadion sejak awal musim. Artinya, klub masih bisa mendapat toleransi jika ada keadaan tidak terhindarkan, tetapi tidak bisa terus-menerus menjadikan kendala stadion sebagai alasan.