- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
I.League Catatkan Evaluasi Elite Pro Academy, Soroti Tingginya Pelanggaran
Menanggapi hal tersebut, Asep menegaskan bahwa I.League terus berupaya menekan angka pelanggaran melalui berbagai langkah, termasuk penegakan hukuman yang tegas dan kampanye edukasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Ketika bertemu dalam satu forum bicara campaign-campaign-nya juga kita harus perkuat, perketat, hukumannya juga tentu yang sesuai dengan kode disiplin yang ada. Kita harapkan itu memberikan efek jera,” jelasnya.
Namun demikian, ia juga menegaskan bahwa pendekatan pembinaan tetap menjadi prioritas utama, mengingat para pemain masih berada dalam tahap perkembangan.
Menatap musim depan, I.League memastikan tidak akan ada perubahan pada struktur kompetisi EPA Super League yang tetap mempertandingkan kategori U16, U18, dan U20. Namun, inovasi kemungkinan akan hadir dalam format kompetisi yang lebih variatif.
Asep mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menggodok skema baru yang bisa mengombinasikan berbagai sistem pertandingan, seperti round-robin, swiss system, hingga format home and away yang dipadukan dengan sistem terpusat.
“Misalnya mix dalam hal format, ada 'round-robin', bisa dikombinasikan dengan 'swiss', atau juga ‘home and away’ dikombinasikan dengan ‘centralized’ dengan series untuk daerah di luar Jawa. Sekali lagi, 70 persen sedang kita godok,” pungkasnya.
Dengan berbagai evaluasi tersebut, I.League berharap kompetisi EPA ke depan tidak hanya melahirkan pemain berbakat, tetapi juga generasi pesepak bola yang memiliki karakter kuat, disiplin tinggi, dan menjunjung sportivitas sebagai fondasi utama sepak bola Indonesia.