- ANTARA
Begini Simulasi Konvoi Hattrick Juara Persib, Wagub Jabar Beda Rute Dibanding Musim Lalu
Jakarta, tvOnenews.com - Persib Bandung sudah membuat simulasi konvoi hattrick juara walau nasib baru ditentukan di laga terakhir Super League 2025-2026.
Persib Bandung selangkah lagi menjadi juara dengan hanya butuh hasil imbang dari Persijap di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Sabtu (23/5/2026).
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan mengakui simulasi konvoi ini disiapkan untuk menyambut gelar hattrick juara Persib di Super League 2025-2026.
"Bukan kami bermaksud mendahului takdir Allah, tetapi kita menjemput takdir untuk menjadi juara tiga kali berturut-turut atau hattrick," kata Erwan Setiawan di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (19/5/2026).
Persib Bandung bersaing ketat dengan Borneo FC atas keunggulan dua poin saja. Melihat besarnya kans tersebut, Erwan memutuskan untuk membuat simulasi konvoi perayaann juara.
"Karena kans Bandung sangat besar sekali sehingga kami persiapkan untuk konvoi ini lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya," kata Erwan.
Erwan pun mengundang stakeholder terkait termasuk dari manajemen Persib Bandung untuk mendukung acara konvoi. Di perayaan kali ini, Erwan memastikan perbedaan jalur untuk
"Adapun untuk rute konvoi yang biasanya berakhir di Gedung Sate, tapi karena saat ini halaman depan Gedung Sate sedang diperbaiki akhirnya kita balik," kata Erwan.
Erwan menyebut Gedung Sate kali ini akan menjadi titik awal konvoi. Dengan rute terakhir di Jalan Asia Afrika tepatnya di depan Gedung Merdeka.
"Berangkat di tempat yang saat ini kita berada di parkiran barat Gedung Sate start untuk konvoi. Ini akan melewati jalur Jalan Banda, Jalan Riau, Jalan Merdeka, Perintis Kemerdekaan Lembong, Veteran, Simpang Lima, Asia Afrika, dan finish di depan Gedung Merdeka," katanya.
Keputusan untuk mengakhiri konvoi di Gedung Asia Afrika bukan tanpa alasan. Tempat bersejarah dinilai pantas sebagai momen bersejarah bagi perayaan hattrick juara Persib.
"Karena kita kalau di Balai Kota tidak memungkinkan dengan space yang kecil dan bisa merusak tanaman di sana, tapi kalau di Asia Afrika di depan Gedung Merdeka ini sudah sangat strategis menurut kami," katanya.