news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Skuad Persija Jakarta.
Sumber :
  • Instagram @persija

Penyebab Persija Jakarta Gagal Juara Super League 2025-2026 Terungkap, Ternyata Kekurangan Sosok Ini

Manajer Persija Jakarta Ardhi Tjahjoko mengungkapkan salah satu kelemahan terbesar timnya pada musim ini hingga menyebabkan mereka gagal menjadi juara Super League.
Kamis, 21 Mei 2026 - 10:49 WIB
Editor :

‎Jakarta, tvOnenews.com - Manajer Persija Jakarta Ardhi Tjahjoko mengungkapkan salah satu kelemahan terbesar timnya pada musim ini. Menurut dia, Macan Kemayoran tidak memiliki sosok striker tajam yang mampu menjadi pembeda di lini depan seperti Marko Simic pada musim juara 2018.

‎Ketiadaan penyerang haus gol disebut Ardhi menjadi faktor yang cukup memengaruhi perjalanan Persija sepanjang musim 2025/2026. Meski tampil konsisten di papan atas, Persija akhirnya gagal bersaing hingga akhir dalam perebutan gelar juara Super League

‎Ardhi menilai lini depan Persija belum cukup efektif dalam memaksimalkan peluang yang tercipta. Situasi tersebut membuat tim ibu kota kerap kesulitan mengunci kemenangan pada pertandingan-pertandingan penting.

‎"Kami tidak mempunyai goal getter. Jadi saat bola itu sudah sampai ke depan, susah untuk membuat gol," ujar Ardhi kepada pewarta di Jakarta, Rabu (20/5/2026). 

‎Nama Marko Simic kembali menjadi perbandingan karena kontribusinya yang luar biasa ketika membawa Persija menjuarai Liga 1 Indonesia 2018. Pada musim tersebut, striker asal Kroasia itu tampil sangat produktif dan menjadi mesin gol utama Macan Kemayoran.

‎Simic mampu mencetak total 28 gol sepanjang musim 2018 bersama Persija. Catatan itu bahkan menyumbang lebih dari separuh total gol tim yang ketika itu mengemas 53 gol selama kompetisi berlangsung.

‎Produktivitas Simic dianggap menjadi salah satu kunci keberhasilan Persija meraih gelar juara pada musim tersebut. Kehadiran striker yang konsisten mencetak gol membuat permainan Persija lebih efektif saat menghadapi tekanan dalam persaingan papan atas.

‎Berbeda dengan musim ini, Persija belum memiliki pemain yang mampu menyamai kontribusi gol Simic. Penyerang asal Brasil, Maxwell Souza, memang menjadi top skor tim, namun jumlah golnya masih jauh dibandingkan Simic pada 2018.

‎Maxwell Souza hanya mencetak 15 gol sepanjang Super League musim 2025/2026. Jumlah tersebut bahkan tidak mencapai seperempat dari total koleksi gol Persija yang sejauh ini sudah menembus 62 gol.

‎Meski demikian, Ardhi tetap melihat banyak perkembangan positif dalam skuad Persija musim ini. Ia menilai secara kualitas permainan dan materi pemain, Persija edisi sekarang justru lebih baik dibandingkan tim juara 2018.

‎Menurut Ardhi, peningkatan performa itu dapat dilihat dari jumlah poin yang berhasil dikumpulkan Persija sepanjang musim. Hingga menjelang laga terakhir kompetisi, Macan Kemayoran telah mengoleksi 68 poin.

‎Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah apabila Persija mampu meraih kemenangan pada pertandingan penutup musim. Tim asuhan Persija dijadwalkan menghadapi Semen Padang di Jakarta International Stadium, Sabtu (23/5).

‎Perolehan poin Persija musim ini juga sudah melampaui catatan saat menjadi juara Liga 1 2018. Pada musim bersejarah itu, Macan Kemayoran menutup kompetisi dengan raihan 62 poin.

‎Tidak hanya soal poin, jumlah kemenangan Persija musim ini pun lebih baik dibandingkan edisi juara 2018. Persija tercatat telah mengoleksi 21 kemenangan, sedangkan pada musim 2018 mereka hanya membukukan 18 kemenangan.

‎Ardhi pun meyakini skuad Persija saat ini sebenarnya memiliki kualitas yang sangat kompetitif. Namun, ia menilai absennya sosok striker predator menjadi detail kecil yang akhirnya sangat berpengaruh terhadap peluang juara tim musim ini.

‎"Kalau saya rasa, lebih baik dari saya 2018, ya. Karena dari materi pemain, kemudian di pertandingan-pertandingan kami lebih banyak menang juga daripada tahun 2018," pungkas Ardhi.

‎(igp/rda)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:24
13:17
09:05
01:10
01:42
01:11

Viral