- Persib
Ketika Persib dan Bobotoh Saling Pegang Janji untuk Rayakan Juara dengan Elegan, Tamatkan Sejarah Liga Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Persib Bandung menjanjikan sejarah baru dengan merayakan tiga trofi beruntun di Liga Indonesia era modern. Berbeda dari dua gelar sebelumnya, penentuan juara dilakukan tepat di laga pekan terakhir Super League 2025-2026.
Ketakutan gelar juara hilang di depan mata pun mulai dirasakan ketika Persijap memberikan perlawanan pada Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Sabtu (23/5/2026).
Enam menit waktu tambahan pun menjadi enam menit terlama bagi Bobotoh. Jika bukan karena edukasi dari sesama Bobotoh hingga tim Persib sendiri, tentu sudah ada sebagian oknum yang justru merusak dengan menyalakan flare hingga petasan.
Wasit pun meniup peluit akhir tanda pertandingan usai, hasil imbang ini pun memastikan Persib menjadi juara musim ini.
Seraya dengan suara peluit, flare dan petasan pun menggema di tribun penonton. Lapangan sempat gelap dengan asap flare yang memenuhi Stadion GBLA.
Saling jaga, merayakan dengan elegan pun akhirnya dirasakan ketika Persib mampu memiliki perayaan yang layak untuk gelar juara.
Mundur dua musim ke belakang, Persib mencatatkan gelar juara di Championship Series ketika mengalahkan Madura United.
Musim lalu, Persib berhasil back to back juara justru ketika pertandingan lain menentukan poin Persib tak mungkin terlewati di sisa laga.
Musim ini beda, Persib bersaing ketat dengan Borneo FC. Bahkan di atas kertas, Borneo FC mampu memiliki jumlah selisih gol hingga kemenangan lebih banyak dari Persib.
Bojan Hodak hanya mengatakan bahwa ini adalah keberuntungan. Bahkan dengan gelar juara tiga kali beruntun, pelatih asal Kroasia itu tetap memiliki jawaban yang sama, keberuntungan.
"Ya ada banyak keberuntungan, banyak keberuntungan. Lihat, tiga musim berturut-turut, musim ini menjadi yang lebih sulit dari musim lalu karena kami cukup banyak mengubah pemain," kata Bojan Hodak usai laga.
"Ada 25 pemain baru dan di dua musim sebelumnya, pada dasarnya kami memiliki tim yang sama. Hanya ada perubahan beberapa pemain. Di musim ini, ada sangat banyak perubahan dan itu jadi lebih sulit. Jadi mungkin ada banyak keberuntungan," kata Bojan.
Lengkap sudah sejarah Persib Bandung, hattrick juara dalam liga modern, clean sheet terbanyak oleh Teja Paku Alam, hingga hattrick gelar pelatih terbaik oleh Bojan Hodak sendiri.
Persib Bandung merayakan dengan khidmat bersama Bobotoh, tak ada pitch invasion, tak ada kekesalan, semua berpesta.
Rayakan, kata Bojan Hodak, yang justru kontraknya selesai setelah membawa Persib juara dan belum ada kabar terbaru soal perpanjang kontraknya. (hfp)