- tvOnenews.com - Julio Tri Saputra
3 Pelatih yang Layak Menggantikan Mauricio Souza di Persija Jakarta, 2 Nama Pernah Sukses Bersama Timnas Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Persija Jakarta resmi berpisah dengan Mauricio Souza seusai berakhirnya Super League 2025/2026. Kursi pelatih Macan Kemayoran kini kosong.
Keputusan Persija tidak memperpanjang kontrak Mauricio Souza diambil karena target juara yang disepakati pada awal musim tidak tercapai. Padahal, pelatih asal Brasil itu membawa Persija mencatat 71 poin dari 22 kemenangan, 5 imbang, dan 7 kekalahan, sebuah catatan yang tetap terbilang impresif.
Kini, Persija tentu tak bisa terlalu lama larut dalam masa transisi. Manajemen Macan Kemayoran harus bergerak cepat mencari pelatih baru, apalagi target juara musim depan akan membuat tekanan di Jakarta semakin besar.
Berikut tiga nama pelatih yang dinilai cocok mengisi kekosongan kursi pelatih Persija Jakarta setelah kepergian Mauricio Souza.
1. Shin Tae-yong
- tvOnenews-Bagas
Nama Shin Tae-yong jelas menjadi magnet terbesar jika Persija benar-benar ingin membuat gebrakan besar. Mantan pelatih Timnas Indonesia itu punya hubungan emosional yang kuat dengan publik sepak bola nasional.
Secara karakter, STY dikenal sebagai pelatih tegas, disiplin, dan berani memberi kepercayaan kepada pemain muda. Hal itu bisa menjadi modal penting bagi Persija yang punya banyak pemain potensial untuk dikembangkan dalam proyek jangka menengah.
Dari sisi popularitas, kedatangan Shin Tae-yong juga bisa menjadi ledakan besar bagi Liga Indonesia. Nama STY masih punya daya tarik tinggi setelah pernah membawa Timnas Indonesia mencatat sejumlah pencapaian penting di level Asia.
Situasinya pun menarik karena Shin Tae-yong sempat kembali ke Korea Selatan untuk melatih Ulsan HD pada Agustus 2025. Namun, perjalanan itu tidak berlangsung lama setelah Ulsan HD memecatnya pada Oktober 2025 karena rentetan hasil buruk.
Bagi Persija, STY bisa menjadi pilihan ambisius jika manajemen ingin membangun proyek besar dengan standar tinggi. Namun, tantangannya tentu ada pada nilai kontrak, komposisi staf, dan kesiapan klub memenuhi kebutuhan teknisnya.
2. Thomas Doll
- Persija
Thomas Doll menjadi nama yang sulit diabaikan karena pernah punya cerita kuat bersama Persija. Pelatih asal Jerman itu resmi berpisah dengan Macan Kemayoran pada Juni 2024 setelah manajemen dan sang pelatih sepakat tidak melanjutkan kerja sama.
Kelebihan utama Thomas Doll adalah ia sudah memahami atmosfer Persija, tekanan The Jakmania, dan karakter sepak bola Indonesia. Adaptasinya tidak akan sepanjang pelatih asing baru yang belum pernah bekerja di Liga Indonesia.
Doll juga pernah meninggalkan kesan positif melalui gaya bermain yang lebih berani dan terstruktur. Bagi sebagian pendukung, Persija era Thomas Doll punya identitas permainan yang lebih mudah dikenali.
Namun, reuni dengan Thomas Doll tetap punya risiko tersendiri. Manajemen harus memastikan alasan perpisahan sebelumnya benar-benar selesai agar kerja sama baru tidak membawa beban lama.
Jika Persija ingin jalur yang lebih aman, Thomas Doll bisa menjadi opsi paling realistis. Ia bukan hanya mengenal klub, tetapi juga sudah tahu betapa besarnya tekanan menjadi pelatih Macan Kemayoran.
3. Luis Milla
- Persib
Luis Milla menjadi nama lain yang menarik untuk masuk bursa karena pengalamannya di sepak bola Indonesia. Pelatih asal Spanyol itu pernah menangani Timnas Indonesia dan Persib Bandung, sehingga tidak asing dengan karakter pemain lokal maupun atmosfer kompetisi nasional.
Milla meninggalkan Persib pada awal Liga 1 2023/2024 karena alasan pribadi. Keputusan itu sempat mengejutkan karena ia masih menjadi salah satu pelatih asing yang punya reputasi bagus di mata publik sepak bola Indonesia.
Secara taktik, Luis Milla dikenal menyukai permainan yang rapi, sabar, dan berbasis penguasaan bola. Gaya seperti ini bisa cocok jika Persija ingin membangun tim yang lebih dominan dan tidak hanya mengandalkan transisi cepat.
Kehadiran Luis Milla juga bisa memberi warna baru bagi Persija dari sisi pendekatan permainan. Ia punya pengalaman membangun kedisiplinan posisi, terutama untuk pemain tengah dan pemain muda.
Namun, tantangan terbesar Milla adalah latar belakangnya sebagai mantan pelatih Persib Bandung. Rivalitas Persija dan Persib tentu akan membuat kedatangannya menjadi bahan pembicaraan panas, bahkan sebelum kompetisi dimulai.
Meski begitu, sepak bola profesional selalu membuka kemungkinan mengejutkan. Jika Persija berani mengambil keputusan besar, Luis Milla bisa menjadi pilihan yang sangat menarik untuk proyek juara musim depan. (fan)