- Persib
Jangankan Jadi Juara, Teja Paku Alam Ternyata Sempat Khawatir Jadi Cadangan Abadi di Persib
Jakarta, tvOnenews.com - Kiper Persib Bandung Teja Paku Alam tak pernah menyangka akan menjadi satu dari sedikit pemain Maung Bandung yang membawa tiga trofi sekaligus.
Bergabung pada musim 2020, Teja Paku Alam berhasil membawa three-peat bagi Persib Bandung. Bahkan khusus untuk musim 2025-2026, dia mencatatkan 18 clean sheet, memecahkan rekor yang dimiliki Yoo Jae-hoon dengan 17 clean sheet.
Menariknya, Teja Paku Alam ternyata sempat khawatir kembali menjadi cadangan abadi di Persib seperti musim-musim sebelumnya ketika pelatih Persib Bojan Hodak mempercayakan posisi kiper utama pada Kevin Mendoza.
Setelah Kevin Mendoza hengkang, Bojan Hodak merekrut Adam Przybek. Namun justru penampilan apik Teja Paku Alam membuat pemain asal Wales tersebut tersingkir.
"Buat main saja mungkin tidak kepikiran ya awalnya ya," kata Teja.
Teja Pakau Alam masih ingat ketika diskusinya dengan Bojan Hodak dan pelatih kiper Mario Jozic yang memberinya kepercayaan. Pada saat yang sama, Teja mendapatkan performa terbaiknya di musim ini.
"Tidak menyangka juga bisa bermain mendapatkan hattrick, mendapatkan clean sheet 18 kali, itu juga tidak menyangka sih," kata Teja.
Teja mengenang kembali di awal musim ketika Bojan Hodak memintanya untuk percaya diri bisa bersaing dengan Adam Przybek.
"Motivasinya, mungkin dari awal musim, kalau saya boleh bocorkan, mungkin di awal musim Coach Bojan pernah, pernah bilang ke saya di itu ya di Sosi (pusat kebugaran) ya, di gym. "Kamu bersaing saja, saya tidak memandang siapapun yang ada di sini. Siapapun yang siap bermain, saya akan memberikan menit bermain," itu sih yang Coach Bojan sampaikan, sama Coach Mario sampaikan itu juga sih," kenang Teja Paku Alam.
Walau menjadi trofi ketiga secara beruntun, Teja Paku Alam mengakui ada cerita tersendiri di setiap musimnya. Sebut saja ketika di musim 2022-2023 di mana Persib menjadi juara dengan format Championship Series.
Setelah itu, di musim 2024-2025, Persib Bandung justru lebih dahulu memastikan gelar juara sebelum kompetisi selesai. Di mana Teja lebih banyak menepi karena cedera.
Sampai akhirnya Persib meraih juara ketiga beruntun dengan memastikan diri sebagai pemilik gelar justru di pertandingan terakhir. Bahkan Persib memiliki jumlah poin yang sama dengan Borneo FC, yakni 79 poin.
"Iya, mungkin udah sebulan ini mungkin pressure tersendiri ya. Karena lawan kita, poin kita, jadi ya memang berasa sih pressure-nya. Makanya setelah kemarin pertandingan terakhir, pertandingan peluitnya ya terakhir ya, saya emosional sekali," kata Teja. (hfp)