- Persib.co.id
Dedi Kusnandar Bongkar Masa Kelam di Persib, Sempat Diremehkan hingga Kepikiran Pindah Klub sampai Akhirnya Hattrick Juara
Jakarta, tvOnenews.com - Kisah Dedi Kusnandar bersama Persib Bandung bukan sekadar cerita tentang trofi, tetapi juga bukti kesabaran seorang pemain yang pernah berada di titik sulit. Gelandang senior Maung Bandung itu akhirnya ikut menulis sejarah dalam era emas Pangeran Biru.
Dedi Kusnandar atau yang akrab disapa Dado menjadi salah satu sosok yang merasakan langsung hattrick juara Persib pada musim 2023-2024, 2024-2025, dan 2025-2026. Pencapaian tersebut terasa sangat emosional karena ia tak pernah membayangkan bisa berada dalam momen sebesar ini.
Bagi Dado, tiga gelar beruntun bersama Persib adalah anugerah yang melebihi harapan masa lalunya. Apalagi, perjalanan panjangnya bersama klub kebanggaan Bobotoh itu sudah dimulai sejak 2015 dengan berbagai cerita naik turun.
Dado sebelumnya tidak menjadi bagian dari skuad Persib saat menjuarai Liga Super Indonesia 2014. Namun, ia mulai merasakan atmosfer juara ketika Maung Bandung meraih Piala Presiden 2015.
Lebih dari satu dekade mengenakan seragam Persib membuat Dado memiliki ikatan emosional yang kuat dengan klub. Ia pun tak kuasa menahan haru ketika mengenang perjalanan panjang yang akhirnya berbuah manis.
"Pasti perasaannya ya terharu dan enggak bisa diungkapkan dengan kata-kata," kata Dado dikutip dari situs resmi Persib, Kamis (28/5/2026).
Perjalanan Dado menuju puncak tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah kehilangan tempat utama, dihantam cedera serius, hingga menerima kritik yang membuat mentalnya benar-benar diuji.
"Tahun-tahun sebelumnya sempat mau putus asa, apalagi dengan beberapa pihak yang meremehkan. Kepikiran aja enggak sampai (bisa sesukses ini), maksudnya sampai mau pindah klub," ucapnya.
Namun, rasa cinta kepada Persib membuat Dado memilih bertahan dan terus berjuang. Keputusannya untuk tidak menyerah kini terasa seperti jawaban indah atas semua keraguan yang pernah mengiringi kariernya.
"Buah kesabaran bertahan di Persib dan alhamdulillah akhirnya dikasih lebih. Yang tadinya cuma minta satu, malah dikasih lebih," tambah Dado bersyukur. Ucapan itu menjadi gambaran bahwa loyalitas dan kesabaran akhirnya membawanya ke titik yang tidak pernah ia duga.
Ujian lain yang harus dilewati Dado adalah cedera berat yang sempat menghambat langkahnya. Ia harus bekerja keras mengembalikan kondisi fisik dan mental agar bisa kembali bersaing di skuad Persib.
"Pasti ada proses, apalagi saya kembali dari cedera. Pasti mengembalikan kembali itu tidak mudah, apalagi cedera bukan cedera ringan. Tapi melalui proses yang cukup panjang, alhamdulillah bisa dapat rezeki lagi. Tidak semua pemain bisa menghadapi hal seperti itu," tuturnya. (fan)