- Persija
Gara-gara Shin Tae-yong Resmi ke Persija, Pentolan Jakmania Langsung Yakin Juara: Baru Kali Ini Wah Banget
"Nah, sekarang ini baru nih, Bang. Profilnya menurut saya ini wah banget gitu kan. Kenapa wah? pertama di era Shin Tae-yong, Indonesia timnas seniornya bisa lolos ke kualifikasi round 3 Piala Dunia. Terus STY juga satu-satunya yang membawa timnas U23 hampir final. Dan semifinal dia bahkan ngalahin Korea Selatan."
"itu kan berarti ini wah banget gitu kan. Jadi baru kali ini nih Persija ngontrak pelatih yang portofolionya, profilnya wah banget."
Optimisme itu bahkan berkembang menjadi keyakinan bahwa Persija bisa mengakhiri puasa gelar liga yang sudah berlangsung sejak 2018.
"Lagi-lagi saya harus ngomong sebagai sporter ya, gua yakin banget tahun ini Persija bisa juara. di tahun yang penting bagi Jakarta, 5 abad. penting bagi Persija, satu abad," katanya.
Meski datang dengan nama besar, tantangan yang menanti Shin Tae-yong tidaklah ringan.
Persija harus bersaing dengan rival-rival kuat seperti Persib Bandung yang tengah menikmati masa keemasan setelah meraih tiga gelar liga secara beruntun.
Manajemen Persija sendiri tampaknya tidak hanya mengejar hasil instan.
Presiden klub Mohamad Prapanca menjelaskan bahwa kontrak tiga tahun diberikan agar Shin dapat terlibat dalam pembangunan fondasi klub, termasuk pengembangan pemain muda dan infrastruktur sepak bola Persija.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa Persija ingin membangun proyek berkelanjutan, bukan sekadar berburu trofi dalam satu musim.
Meski lebih dikenal karena kiprahnya bersama tim nasional, Shin Tae-yong sebenarnya memiliki catatan prestasi yang cukup mentereng di level klub.
Nama STY mulai melejit ketika menangani Seongnam Ilhwa Chunma di Korea Selatan.
Bersama klub tersebut, ia sukses mempersembahkan gelar K-League, Korean FA Cup, dan AFC Champions League pada periode 2010 hingga 2011.
Prestasi itu menjadikannya salah satu pelatih Asia yang diperhitungkan pada masanya.
Namun setelah periode emas tersebut, koleksi trofi Shin tidak lagi bertambah. Kariernya lebih banyak dihabiskan bersama tim nasional Korea Selatan dan Indonesia.
Karena itu, Persija bisa menjadi kesempatan besar baginya untuk kembali merasakan gelar juara di level klub setelah lebih dari satu dekade.