- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Shin Tae-yong Mulai Coret Pemain Persija? Satu Sikap Ini Dipastikan Tak Punya Tempat di Skuad Macan Kemayoran
tvOnenews.com - Kehadiran Shin Tae-yong sebagai pelatih baru Persija Jakarta mulai membawa perubahan besar dalam tubuh Macan Kemayoran.
Menjelang bergulirnya musim 2026/2027, mantan pelatih Timnas Indonesia itu telah memberikan gambaran mengenai tipe pemain yang akan dipertahankan maupun yang berpotensi tersingkir dari skuad.
Bagi Shin Tae-yong, kemampuan teknik semata bukanlah faktor utama dalam menentukan tempat seorang pemain di tim.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut justru lebih menekankan pentingnya mentalitas, kerja keras, dan semangat berkorban demi kepentingan bersama.
Dalam pandangannya, sepak bola modern menuntut seluruh pemain untuk bekerja sebagai satu kesatuan.
Tidak ada ruang bagi pemain yang hanya mengandalkan nama besar atau kemampuan individu tanpa memberikan kontribusi maksimal untuk tim.
“Kami butuh pemain yang mau berkorban untuk tim. Pemain yang merasa ‘siapa saya’ dengan pundak yang kaku (sombong), tidak mau berkorban untuk tim, hanya berdiri diam dan tidak berlari keras di lapangan," kata Shin Tae-yong di laman I.League.
Karena itu, Shin secara tegas mengungkapkan bahwa dirinya tidak akan memberikan tempat kepada pemain yang bersikap egois atau merasa dirinya lebih penting dibandingkan rekan setim lainnya.
"Pemain-pemain seperti itu tidak akan saya pilih. Itulah filosofi yang saya pegang dalam sepak bola,” ujar Shin Tae-yong.
Ia menilai pemain yang enggan bekerja keras, tidak mau membantu tim saat kehilangan bola, atau hanya menunggu bola datang tanpa berusaha memberikan kontribusi tambahan, tidak sesuai dengan filosofi sepak bola yang ia terapkan.
Shin menegaskan bahwa setiap pemain harus memiliki semangat juang tinggi dan siap berkorban demi kepentingan tim.
Menurutnya, karakter seperti itulah yang dibutuhkan Persija untuk bersaing di level tertinggi musim depan.
Pelatih berusia 56 tahun itu juga menjelaskan bahwa pengorbanan seorang pemain tidak hanya diukur dari kemampuan mencetak gol atau menciptakan assist.
Ia ingin melihat bagaimana pemain bereaksi ketika tim berada dalam situasi sulit.
Sebagai contoh, seorang striker tidak boleh hanya fokus menunggu peluang di depan gawang lawan.
Ketika kehilangan bola, penyerang juga harus bersedia turun membantu pertahanan, merebut kembali penguasaan bola, hingga melakukan tekel jika diperlukan.
Menurut Shin, tindakan sederhana seperti berlari ekstra untuk menutup ruang lawan atau membantu rekan setim yang sedang tertekan bisa menjadi pembeda besar dalam sebuah pertandingan.
Ia percaya bahwa ketika satu pemain menunjukkan pengorbanan untuk tim, semangat tersebut akan menular kepada pemain lainnya.
Dampaknya, seluruh tim akan bergerak dengan energi yang sama dan memiliki tujuan yang seragam.
Meski demikian, Shin memahami bahwa pemain tidak mungkin tampil dengan intensitas penuh sepanjang 90 menit.
“Tentu tidak bisa dilakukan setiap saat, tapi jika hal seperti itu muncul satu atau dua kali saja demi tim, itu akan membuat seluruh pemain menjadi satu dan berlari keras bersama,” tutupnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan tegas bagi seluruh pemain Persija yang sedang mempersiapkan diri menghadapi musim baru.
Di bawah kepemimpinan Shin Tae-yong, pemain yang memiliki etos kerja tinggi akan mendapatkan kesempatan lebih besar untuk bertahan.
Sebaliknya, mereka yang tidak menunjukkan komitmen, disiplin, dan kemauan berkorban untuk tim berpotensi kehilangan tempat di skuad Macan Kemayoran. (asl)