news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Direktur Utama I.League Ferry Paulus.
Sumber :
  • tvonenews.com - Ilham Giovani

‎Larangan Suporter Away di Super League Resmi Dicabut Mulai Musim 2026/2027, Begini Penjelasan I.League

Suporter tim tamu akhirnya mendapat angin segar menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, memastikan larangan suporter away resmi dicabut setelah FIFA memberikan restu.
Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:18 WIB
Editor :

‎I.League juga telah menyampaikan sejumlah batasan kepada seluruh klub peserta kompetisi. Langkah tersebut dilakukan agar setiap klub memahami apa saja yang diperbolehkan maupun hal-hal yang tetap dilarang dalam pelaksanaan laga dengan kehadiran suporter away.

‎"Nah, dengan catatan ini mungkin yang harus teman-teman suporter, klub, bukan mensiasati tapi mematuhi segala apa yang sudah beberapa kali kita sampaikan ke semua klub," kata Ferry.

‎"Jadi klub-klub itu kita udah share apa-apa aja barrier-barrier yang harus dipatuhi, apa-apa larangan yang harus dijaga, sehingga kontinuitas daripada suporter away ini bisa terus terjaga," sambungnya.

‎Selain aturan dari I.League dan FIFA, aspek keamanan juga menjadi faktor penting dalam menentukan apakah suporter away dapat hadir di sebuah pertandingan. Perizinan tetap harus melibatkan pemangku kepentingan, termasuk kepolisian di daerah tempat pertandingan digelar.

‎Artinya, status suporter away tidak otomatis berlaku untuk seluruh pertandingan. Keputusan akhir tetap mempertimbangkan kondisi keamanan dan rekomendasi dari pihak kepolisian setempat.

‎Ferry juga memberikan gambaran mengenai pertandingan yang dipastikan belum dapat dihadiri suporter tim tamu. Laga dengan tingkat rivalitas tinggi menjadi salah satu kategori yang mendapatkan perhatian khusus.

‎Beberapa pertandingan klasik bahkan sudah dipastikan tetap menerapkan pembatasan tersebut. Duel antara Persebaya melawan Arema serta Persija menghadapi Persib menjadi contoh laga yang untuk sementara masih di-lock dari kehadiran suporter away.

‎"Iya, jadi catatan utamanya adalah bahwa semua kebijakan diserahkan kepada pemangku kepentingan, dalam arti perizinan dan kepolisian. Jadi memang digarisbawahi khusus klub-klub yang memiliki rivalitas tinggi, ya, termasuk juga yang ada indikasi dari sisi apa namanya, intelijen, ya dilarang untuk dilakukan di sana," ucap Ferry.

‎"Ya, terutama misalnya seperti Arema lawan Persebaya, Persija sama Persib, itu tetap di-lock. Nah bisa jadi ada, ada kebijakan-kebijakan lain yang juga melarang, tetapi indikatornya, basic-nya adalah dari informasi atau keputusan dari kepolisian," tutupnya. 

‎(igp/rda)

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:23
06:18
05:01
02:58
01:25
30:09

Viral