- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
I.League Resmi Adopsi Aturan FIFA di Piala Dunia 2026: Tutup Mulut Dikenai Kartu Merah di Super League 2026-2027
Jakarta, tvOnenews.com - I.League selaku pengelola kasta tertinggi Liga Indonesia, Super League, resmi mengadopsi aturan FIFA di Piala Dunia 2026. Mulai Super League 2026-2027, mereka yang menutup mulut ketika mengonfrontasi lawan akan dikartu merah.
Super League 2026-2027 sudah dimulai pada akhir pekan kemarin. Klub-klub top pun sudah langsung meraih hasil positif, dengan Persib Bandung dan Persija Jakarta sama-sama meraih kemenangan.
Macan Kemayoran menaklukkan Borneo FC dengan skor 1-0, selagi Maung Bandung menghantam PSM Makassar dengan skor 3-1. Di laga berikutnya, Persib dan Persija akan bersua.
Laga ini rencananya akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada Sabtu (12/9/2026). Duel tidak diharapkan untuk berlangsung dengan mudah, mengingat rivalitas panjang kedua tim.
Konfrontasi sering kali terjadi di antara kedua tim. Namun, jika ada momentum ketika para pemain dari kedua tim berseteru, maka sebaiknya hindari tindakan menutup mulut.
Sebab, sebagaimana peraturan tambahan dari IFAB yang diedarkan lewat Circular nomor 33 untuk musim 2026-2027, tindakan semacam ini akan dikartu merah. Peraturan ini sudah digunakan oleh FIFA di Piala Dunia 2026 lalu.
Kini, I.League mengadopsinya untuk gelaran Super League 2026-2027. Hal itu tertuang dalam Pasal 54 ayat 4 soal Tingkah Laku dan Etika.
“Sesuai dengan Circular no. 33 IFAB mengenai additional changes to the LOTG 2026/27, Pemain yang menutup mulut dengan tujuan mencegah terdeteksinya komentar yang tidak pantas, hinaan atau bentuk pelecehan lainnya (covering the mouth) untuk menghindari deteksi oleh wasit dan/atau perangkat VAR dapat dikenakan sanksi kartu merah langsung,” tulis aturan tersebut.
Dalam sepak bola, momen ketika seorang pemain berkonfrontasi dengan lawan adalah hal yang biasa. Namun, beberapa orang justru menggunakannya untuk melakukan tindakan rasis atau tidak pantas kepada sang lawan untuk menghantam mentalnya.
Biasanya, mereka akan menutupi mulut karena cemas gerakan bibirnya terbaca oleh kamera. Oleh karena itu, IFAB menerapkan larangan untuk menutup mulut saat berkonfrontasi dengan lawan demi meminimalisir insiden rasis atau tindakan tidak pantas lainnya. (rda)