news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketua Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar.
Sumber :
  • tvOnenews/Dwi RB

Ketua Viking Soroti Penyerangan Bus Tim EPA Persib Bandung U-18, Singgung Rivalitas yang Makin Kebablasan

Ketua Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, mengecam insiden penyerangan terhadap rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah.
Senin, 12 Oktober 2026 - 10:30 WIB
Editor :

‎Berdasarkan keterangan awal klub, Ridwan berhasil meninggalkan lokasi dengan selamat setelah mendapatkan tumpangan dari orang tua salah satu pemain. Sementara itu, Pandu dilaporkan mengalami kekerasan fisik dan sempat berlindung di sebuah tempat tambal ban untuk menghindari ancaman lebih lanjut.

‎Menanggapi kejadian tersebut, Tobias menegaskan bahwa persoalan yang terjadi tidak bisa lagi dipandang sebatas konflik antarsuporter. Ia menilai penyerangan terhadap rombongan tim junior telah menyentuh persoalan yang lebih serius, yakni keselamatan pemain muda yang sedang membangun karier sepak bolanya.

‎Tobias mengingatkan bahwa para pemain EPA U-18 merupakan bagian dari generasi penerus sepak bola Indonesia. Mereka juga memiliki peluang untuk memperkuat berbagai klub profesional pada masa mendatang sehingga perlindungan terhadap keselamatan mereka menjadi tanggung jawab bersama.

‎"Ini bukan lagi soal insiden suporter, tetapi menyangkut keselamatan pemain EPA U-18 yang sedang menjalani proses pembinaan. Mereka adalah calon penerus sepak bola nasional yang bisa saja bermain di klub mana pun nantinya. Sudah seharusnya semua pihak ikut menjaga dengan memberi mereka rasa aman," kata Tobias. 

‎Lebih lanjut, Tobias berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dalam sepak bola nasional. Ia menegaskan bahwa rivalitas antarsuporter tidak seharusnya mengorbankan keselamatan pemain, terutama mereka yang masih berusia muda dan sedang menjalani proses pembinaan.

‎Selain menyoroti keselamatan pemain, Tobias turut meminta aparat kepolisian mengusut insiden penyerangan tersebut secara serius. Ia berharap berbagai bukti berupa rekaman video maupun foto yang beredar dapat membantu proses identifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat.

‎Menurut Tobias, langkah hukum diperlukan agar tindakan kekerasan yang mengatasnamakan rivalitas tidak terus berulang. Ia berharap pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat segera diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

‎"Semoga dengan banyaknya bukti-bukti cuplikan video dan foto yang tersebar bisa membantu kepolisian mengambil langkah cepat untuk melakukan proses hukum kepada orang-orang yang terlibat agar tidak ada lagi ruang untuk kekerasan atas nama rivalitas," pungkasnya. 

‎(igp/rda)

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral