- I.League
Sebut STY Cuma Pendatang, Total Sanksi Denda Komdis PSSI untuk Java United Bikin Geleng-geleng
Jakarta, tvOnenews.com - Komite Disiplin PSSI akhirnya mengeluarkan keputusan berdasarkan hasil sidang atas insiden Direktur Teknik Java United, Ahmad Resal Octavian yang menyebut pelatih Persija Shin Tae-yong sebagai pendatang.
Dalam hasil sidang Komite Disiplin PSSI, 24 September 2026, Java United diganjar sanksi dari mulai denda, larangan pertandingan hingga larangan aktivitas sepak bola setelah perseteruan dari Persija pada laga yang berlangsung 19 September 2026 lalu.
Komdis PSSI memutuskan Java United bersalah dalam beberapa kasus yang terjadi pada pertandingan tersebut.
Java United terbukti bersalah dengan penyalahgunaan ID Card dari ofisial Java United atas nama Ariq Iqbal Faizal oleh agen pemain, atas nama Antonio Teles yang masuk ke OA, bench dan ruang ganti Java United. Akibatnya, sanksi denda Rp50 juta diberikan pada klub.
Tak berhenti di sana, Antonio Teles terbukti bersalah setelah pertandingan berakhir dia melakukan tindakan agresif dan intimidasi pada ofisial Persija. Tambahan sanksi denda Rp50 juta pun diberikan Komdis PSSI.
Staf tim Java United, David Glen Oei pun dikenakan sanksi teguran keras karena mencoba menghalangi pengawas pertandingan untuk melakukan pemeriksaan ID Card
Imbas kericuhan di OA yang terjadi setelah pertandingan pun membuat Sayuri Bersaudara dihukum Komdis PSSI.
Yance Sayuri dan Yakob terbukti bersalah karena melakukan intimidasi pada pengawas pertandingan yang tengah merekam insiden kerusuhan di OA untuk menghapus bukti rekaman.
Alhasil, keduanya pun diberikan sanksi berupa larangan bermain di empat pertandingan dan masing-masing dikenakan denda Rp50 juta.
Kericuhan tersebut pun melibatkan pelatih Java United Fabio Lefundes dan staf tim Josmiro Sobrinho yang membuat keduanya dikenakan denda masing-masing Rp30 juta.
Puncak dari hasil sidang Komdis adalah diberikannya Direktur Teknik Java United Achmad Resal Octavian sanksi denda hingga Rp500 juta dan sanksi skor di 10 pertandingan serta larangan masuk ke stadion sebanyak satu pertandingan.
Achmad Resal Octavian terbukti bersalah karena pada menit ke-78 mengucapkan kata-kata diskriminatif ke arah bench Persija.
Total yang harus dibayarkan Java United pada Komdis PSSI pun bikin geleng-geleng kepala. Dari insiden tersebut, Java United harus membayar Rp760 ribu.
Ternyata, Achmar Resal Octavian mendapatkan sanksi baru karena terbukti melanggar sanksi yang telah diputuskan sebelumnya dalam hasil sidang Komite Disiplin per tanggal 8 Oktober 2026.
Achmad Resal Octavian muncul dalam berbagai pertandingan Java United di ajang Elite Pro Academy, sebut saja dalam kompetisi EPA U-16 antara Java United melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, pada 3 Oktober 2026.
Achmad Resal Octavian terbukti bersalah karena tidak mematuhi keputusan yang sudah dijatuhkan yaitu larangan memasuki stadion. Dia memasuki ruang ganti Java United U-16 dan berada di area pinggir lapangan pertandingan saat pertandingan mulai.
Atas kesalahan tersebut, Achmad Resal Octavian mendapatkan sanksi teguran keras dan denda Rp12,5 juta.
Sanksi tersebut pun bertambah dengan Achmad Resal Octavian yang juga muncul di pertandingan EPA U-20 dan EPA U-18 antara Java United melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada 3 dan 4 Oktober 2026.
Dengan kembali terbukti melakukan kesalahan yang sama, Komdis PSSI memberikan sanksi berupa teguran keras dan tambahan denda Rp25 juta untuk dua putusan berbeda.