news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dirut I.League, Ferry Paulus.
Sumber :
  • tvOnenews.com - Ilham Giovanni

Buntut Penyerangan Bus Persib U-18, I.League Buka Opsi Pengurangan Poin dan Klub Terancam Sanksi Berat

I.League membuka peluang sanksi pengurangan poin bagi klub setelah insiden penyerangan bus Persib U-18. Ferry Paulus ingin hukuman disiplin lebih tegas lagi.
Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:00 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - I.League membuka peluang penerapan sanksi pengurangan poin bagi klub menyusul maraknya insiden kekerasan yang melibatkan suporter sepak bola Indonesia. Hukuman berat tersebut dipertimbangkan setelah sejumlah peristiwa mencoreng kompetisi domestik.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menegaskan dukungannya terhadap langkah tegas Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Menurutnya, aturan disiplin perlu diperkuat agar tindakan kekerasan tidak terus berulang.

Wacana tersebut mencuat setelah insiden penyerangan rombongan Persib Bandung U-18 di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026). Kekerasan juga menimpa rombongan suporter Persija Jakarta yang melintas di Tol Palikanci, Cirebon.

Rentetan kejadian tersebut menjadi perhatian serius operator kompetisi sepak bola Indonesia. I.League menilai persaingan antarsuporter tidak boleh mengorbankan keselamatan pemain, ofisial, maupun pendukung klub.

Pertandingan Persib vs Dewa United di Super League
Sumber :
  • Persib/x.com/persib

Ferry menyebut kemajuan sepak bola nasional dalam beberapa waktu terakhir harus dipertahankan. Apalagi, kompetisi musim ini kembali memberikan kesempatan kepada suporter tim tamu untuk hadir langsung di stadion.

"Kami sepenuhnya mendukung sikap Ketua Umum PSSI. Sepak bola Indonesia sedang berkembang ke arah yang semakin baik," ujar Ferry dalam keterangan resminya dikutip pada Jumat (16/10/2026).

Menurut Ferry, hukuman berupa denda dinilai belum tentu cukup untuk mencegah pelanggaran serius. Karena itu, I.League siap membahas kemungkinan penerapan sanksi yang lebih berat bersama PSSI.

"Sanksi tidak boleh hanya berhenti pada denda atau hukuman yang tidak memberikan efek jera. Kami siap berkoordinasi dengan PSSI untuk mendorong sanksi yang lebih berat, termasuk pengurangan poin bagi klub apabila terjadi pelanggaran serius sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tegas Ferry.

Meski demikian, pengurangan poin belum otomatis diberlakukan terhadap klub yang suporternya terlibat kericuhan. Setiap keputusan harus mengacu pada regulasi yang berlaku serta didukung proses pembuktian yang sah.

I.League juga membedakan pelanggaran disiplin pertandingan dengan tindak kriminal di luar penyelenggaraan kompetisi. Kasus penyerangan maupun penganiayaan di luar cakupan pertandingan tetap menjadi kewenangan kepolisian.

Sementara itu, pelanggaran keamanan di stadion dan wilayah yang tercakup dalam regulasi pertandingan dapat diproses melalui mekanisme disiplin sepak bola. Tanggung jawab klub akan ditentukan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, Ferry berharap pengetatan aturan tidak sampai menghilangkan kesempatan suporter tamu menghadiri pertandingan. Kebijakan tersebut dinilai sebagai salah satu kemajuan penting dalam sepak bola Indonesia.

"Kami ingin suporter tamu tetap bisa hadir. Justru karena itulah aturan harus ditegakkan lebih tegas," katanya.

I.League selanjutnya akan meningkatkan pengawasan terhadap kepatuhan klub, koordinasi keamanan, dan antisipasi pertandingan berisiko tinggi. Komunikasi dengan kelompok suporter juga akan diperkuat untuk mencegah kejadian serupa.

Sebelumnya, Erick Thohir memberikan waktu satu pekan kepada operator liga dan klub untuk menyepakati langkah pencegahan kekerasan suporter. PSSI membuka kemungkinan intervensi apabila kesepakatan tersebut tidak tercapai.

Dengan demikian, ancaman pengurangan poin menjadi salah satu opsi hukuman yang tengah didorong untuk memperbaiki disiplin kompetisi. I.League berharap langkah tersebut mampu memberikan efek jera tanpa mengorbankan klub dan mayoritas suporter yang telah tertib. (fan)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:56
08:50
02:47
06:54
06:16
06:20

Viral