- tvOnenews- Dwi RB
Tanpa Igor Tolic di Pinggir Lapangan, Persib Siap Tempur Jamu Isenmulang di Si Jalak Harupat
Bandung, tvOnenews.com - Persib akan menjamu Isenmulang Kalteng FC pada laga pekan ke-8 Super League 2026/2027. Namun klub berjuluk Maung Bandung ini dipastikan tidak didampingi pelatih kepala, Igor Tolic akibat sanksi.
Igor Tolic mendapat hukuman akumulasi kartu kuning. Dia sebelumnya sudah mendapat kartu kuning ketika Persib menghadapi Persik dan Garudayaksa FC. Peran tersebut sementara akan ditambal oleh sang asisten pelatih, Zlatko Runje.
Meski Persib dipastikan tampil tanpa didampingi Igor Tolic di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (1/11/2026), tapi Zlatko tidak risau. Karena program persiapan dan materi taktik tetap diberikan sang pelatih kepala sebelum lama.
"Ya setelah menjalani pertandingan bagus yang bisa kami lalui sebelumnya, tentu saja coach Igor telah melakukan pekerjaan yang sangat baik. Dan semuanya berjalan lancar," kata Zlatko Runje dalam jumpa pers di Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Sabtu (31/10/2026).
Menurutnya Igor Tolic hanya tidak bisa bersama tim dalam sesi jumpa pers, di ruang ganti dan di tepi lapangan saat pertandingan. Namun perannya sebagai pelatih tetap bisa dirasakan pemain selama proses persiapan.
"Jadi bagaimanapun, dia tetap bersama tim, dia yang tetap mengatur segalanya. Oleh karena itu, kami akan mencoba membantunya karena dia tidak berada di sini secara langsung," kata Zlatko Runje.
"Untuk menerapkan semua idenya kepada tim sehingga para pemain bisa melihat bahwa ada seseorang yang memimpin mereka selama pertandingan. Semoga semua berjalan dengan baik," lanjutnya.
Sementara itu, mengenai kekuatan Isenmulang yang tampil sebagai tamu, Zlatko Runje meminta Persib tidak memandang enteng. Meski tim lawan adalah klub promosi dan kini tertahan di papan bawah.
Persib pun dituntut untuk fokus dalam mempersiapkan diri dan mengerahkan kemampuan terbaik. Bagaimana kualitas dan gagasan terkait gaya permainan dipahami oleh pemain dan menunjukkannya di lapangan.
"Hal itu selalu dilandasi dengan rasa hormat pada lawan karena mereka adalah tim yang bagus dan bisa saja sangat berbahaya. Jadi menurut saya, dari rasa hormat itu lah timbul keseriusan," kata dia.
"Karena saat anda menghormati lawan, anda tahu apa yang harus dilakukan, yaitu menunjukkan pada mereka siapa bos di kandang kita sendiri. Tentunya sangat penting bagi kami untuk melanjutkan perjalanan ini," pungkasnya.