- REUTERS/Peter Powell
Sengaja Buat Kisruh di MU, Ruben Amorim Dituding Incar Kompensasi Besar
“Gagasan bahwa Anda bisa berkomunikasi dengan orang-orang yang mempekerjakan Anda melalui media adalah hal yang tidak profesional,” katanya.
“Anda tentu tidak ingin pemain keluar dan mengatakan hal buruk tentang Anda sebagai manajer.”
Menurutnya, pernyataan Amorim justru menimbulkan pertanyaan besar soal tujuan sebenarnya.
“Ketika saya mendengarkannya, saya berpikir: ke mana arah pembicaraan ini, apa poinnya, dan apa yang ingin dicapai?”
Dari sanalah Jordan melontarkan asumsi paling kontroversial.
“Saya berasumsi apa yang ia coba capai adalah dipecat dan dibayar. Saya berasumsi itulah hasil yang ia inginkan. Saya tidak bisa melihat cara lain jika melihat bahasa yang ia gunakan,” pungkasnya.
Isu ini semakin menarik setelah laporan The Athletic menyebutkan bahwa Manchester United kemungkinan besar harus membayar penuh sisa kontrak Amorim.
Pelatih berusia 40 tahun itu sejatinya masih terikat kontrak hingga musim panas 2027, dengan opsi perpanjangan satu tahun.
Pemecatan dini tersebut berarti klub berpotensi menanggung kompensasi bernilai besar, fakta yang membuat dugaan motif finansial semakin sulit diabaikan.
Kasus Ruben Amorim kembali menyoroti problem klasik Manchester United dalam mengelola hubungan dengan pelatih.
Dalam beberapa musim terakhir, Setan Merah berulang kali dikritik karena ketidaksinkronan antara kebijakan manajemen dan kebutuhan teknis tim.
(tsy)