- instagram Michael Carrick
Michael Carrick Kembali ke Old Trafford: Misi Darurat Selamatkan Manchester United Usai Era Kelam Ruben Amorim?
Dalam periode keduanya sebagai pelatih karteker, Carrick membentuk staf kepelatihan yang bersifat hibrida.
Ia mempertahankan beberapa figur dari era sebelumnya seperti Travis Binnion dan Jonny Evans sebagai asisten pengembangan pemain muda, serta Craig Mawson sebagai pelatih kiper.
Di sisi lain, Carrick membawa Jonathan Woodgate dari Middlesbrough sebagai asisten pelatih.
Steve Holland juga didatangkan dari Yokohama F. Marinos untuk memperkuat jajaran staf. Komposisi ini menunjukkan pendekatan pragmatis: menjaga kontinuitas sekaligus menyuntikkan ide segar. Carrick mengaku optimistis.
“Saya sudah akrab dengan sebagian pemain dan masih rajin memantau United sepanjang perjalanan karier saya. Saya punya keyakinan terhadap kemampuan dan niat mereka untuk sukses,” ujarnya dalam rilis resmi klub.
Ujian berat langsung menanti. Carrick akan memimpin United dalam Derby Manchester melawan Manchester City di Old Trafford pada Sabtu (17/1), lalu bertandang ke Emirates Stadium menghadapi Arsenal pada 25 Januari. Dua laga besar ini akan menjadi tolok ukur awal efektivitas kepemimpinannya.
Dari Pemain, Asisten, hingga Pelatih Kepala
Legenda Timnas Inggris itu kemudian dikonfirmasi menjabat pelatih kepala Manchester United hingga akhir musim 2025/26.
Penunjukan ini dilakukan setelah manajemen memutus kontrak Ruben Amorim. “Memiliki tanggung jawab memimpin Manchester United merupakan sebuah kehormatan besar,” kata Carrick, dikutip dari laman resmi klub, Rabu (14/1).
Carrick menegaskan target utamanya adalah menjaga stabilitas dan mengembalikan performa terbaik tim.
“Saya tahu apa yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan di sini. Fokus utama saya saat ini ialah membantu para pemain mencapai standar yang kami harapkan. Saya yakin skuad ini memiliki kualitas lebih dari cukup,” ujarnya.
Analisis: Mengapa Carrick Lebih Cocok dari Amorim?
Ada beberapa alasan kuat mengapa Michael Carrick dinilai lebih cocok dibanding Ruben Amorim dalam konteks Manchester United saat ini.
Pertama, pemahaman kultur klub. Amorim datang dengan ide dan filosofi yang membutuhkan waktu, sementara United berada dalam situasi darurat yang menuntut hasil cepat. Carrick, sebagai mantan pemain dan staf, memahami ekspektasi internal dan eksternal klub.
Kedua, pendekatan realistis. Amorim kerap dikritik karena pendekatan taktis yang kaku dan sulit diterapkan dengan materi pemain yang ada.