news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Michael Carrick.
Sumber :
  • instagram Michael Carrick

Michael Carrick Kembali ke Old Trafford: Misi Darurat Selamatkan Manchester United Usai Era Kelam Ruben Amorim?

Manchester United kembali memilih jalan nostalgia di tengah situasi genting. Manajemen Setan Merah menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih karteker hingga akhir musim
Rabu, 14 Januari 2026 - 18:56 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Manchester United putar arah, Michael Carrick kembali jadi nahkoda, sinyal keras era Ruben Amorim benar-benar gagal?

Manchester United kembali memilih jalan nostalgia di tengah situasi genting. Setelah periode singkat dan penuh gejolak di bawah Ruben Amorim, manajemen Setan Merah menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih karteker hingga akhir musim. 

Keputusan ini bukan sekadar tambal sulam, melainkan refleksi kegagalan strategi sebelumnya yang dinilai tak mampu membawa stabilitas di Old Trafford.

Nama Carrick muncul sebagai solusi darurat yang terasa logis. Di saat Amorim meninggalkan catatan performa yang inkonsisten dan menuai kritik dari publik serta media Inggris, United membutuhkan figur yang memahami denyut klub, ruang ganti, dan tekanan besar yang melekat pada kursi pelatih. 

Rekam jejak Amorim yang dianggap gagal beradaptasi dengan tuntutan Premier League membuat manajemen kembali berpaling pada sosok “orang dalam”.

Carrick, Sosok Lama dengan Tanggung Jawab Baru

Manchester United bergerak cepat mengisi kekosongan pelatih kepala sepeninggal Ruben Amorim. Setelah sempat menunjuk Darren Fletcher untuk beberapa laga, klub akhirnya resmi menugaskan Michael Carrick sebagai pelatih karteker hingga akhir musim pada Rabu dini hari WIB (14/1). 

Mayoritas media Inggris melaporkan Carrick langsung memimpin sesi latihan Bruno Fernandes dan kolega pada Rabu sore WIB.

Michael Carrick, Pelatih Karetaker Manchester United
Sumber :
  • instagram Michael Carrick

Dalam pernyataan resmi klub, Manchester United memastikan Fletcher kembali ke peran lamanya sebagai pelatih akademi dan tim U-18. 

Carrick sendiri bukan sosok asing di lingkungan Old Trafford maupun Carrington. Ia pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan Ole Gunnar Solskjaer sejak 2018 hingga 2021, dan sempat menjabat pelatih karteker selama sebulan setelah Ole dipecat sebelum kedatangan Ralf Rangnick.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting. Selain itu, Carrick juga pernah merasakan peran pelatih kepala penuh ketika menangani Middlesbrough di EFL Championship sejak 2022 hingga akhir musim lalu. 

Meski bukan di Premier League, pengalamannya memimpin tim secara langsung dinilai relevan dalam situasi krisis seperti sekarang.

Staf Campuran dan Tantangan Langsung di Depan Mata

Dalam periode keduanya sebagai pelatih karteker, Carrick membentuk staf kepelatihan yang bersifat hibrida. 

Ia mempertahankan beberapa figur dari era sebelumnya seperti Travis Binnion dan Jonny Evans sebagai asisten pengembangan pemain muda, serta Craig Mawson sebagai pelatih kiper. 

Di sisi lain, Carrick membawa Jonathan Woodgate dari Middlesbrough sebagai asisten pelatih.

Steve Holland juga didatangkan dari Yokohama F. Marinos untuk memperkuat jajaran staf. Komposisi ini menunjukkan pendekatan pragmatis: menjaga kontinuitas sekaligus menyuntikkan ide segar. Carrick mengaku optimistis.

“Saya sudah akrab dengan sebagian pemain dan masih rajin memantau United sepanjang perjalanan karier saya. Saya punya keyakinan terhadap kemampuan dan niat mereka untuk sukses,” ujarnya dalam rilis resmi klub.

Ujian berat langsung menanti. Carrick akan memimpin United dalam Derby Manchester melawan Manchester City di Old Trafford pada Sabtu (17/1), lalu bertandang ke Emirates Stadium menghadapi Arsenal pada 25 Januari. Dua laga besar ini akan menjadi tolok ukur awal efektivitas kepemimpinannya.

Dari Pemain, Asisten, hingga Pelatih Kepala

Legenda Timnas Inggris itu kemudian dikonfirmasi menjabat pelatih kepala Manchester United hingga akhir musim 2025/26. 

Penunjukan ini dilakukan setelah manajemen memutus kontrak Ruben Amorim. “Memiliki tanggung jawab memimpin Manchester United merupakan sebuah kehormatan besar,” kata Carrick, dikutip dari laman resmi klub, Rabu (14/1).

Carrick menegaskan target utamanya adalah menjaga stabilitas dan mengembalikan performa terbaik tim. 

“Saya tahu apa yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan di sini. Fokus utama saya saat ini ialah membantu para pemain mencapai standar yang kami harapkan. Saya yakin skuad ini memiliki kualitas lebih dari cukup,” ujarnya.

Analisis: Mengapa Carrick Lebih Cocok dari Amorim?

Ada beberapa alasan kuat mengapa Michael Carrick dinilai lebih cocok dibanding Ruben Amorim dalam konteks Manchester United saat ini. 

Pertama, pemahaman kultur klub. Amorim datang dengan ide dan filosofi yang membutuhkan waktu, sementara United berada dalam situasi darurat yang menuntut hasil cepat. Carrick, sebagai mantan pemain dan staf, memahami ekspektasi internal dan eksternal klub.

Kedua, pendekatan realistis. Amorim kerap dikritik karena pendekatan taktis yang kaku dan sulit diterapkan dengan materi pemain yang ada. 

Carrick cenderung lebih pragmatis, berfokus pada stabilitas, kepercayaan diri pemain, dan struktur dasar permainan.

Ketiga, faktor psikologis. Sosok Carrick memiliki legitimasi di mata pemain dan suporter. Di tengah tekanan besar dan jadwal berat, kehadiran figur yang dipercaya dapat meredam gejolak ruang ganti. Dalam jangka pendek, hal ini jauh lebih krusial dibanding eksperimen jangka panjang ala Amorim.

Dengan segala keterbatasan status karteker, Carrick kini memegang kendali. Hasilnya belum tentu instan, tetapi bagi Manchester United, langkah ini setidaknya memberi rasa familiar di tengah musim yang penuh ketidakpastian. (udn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:11
16:50
02:22
01:18
07:14
01:15

Viral